Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BELANJA pemerintah dinilai mampu menjadi faktor penekan angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila implementasi dan realisasinya sesuai dengan yang digembor-gemborkan selama ini. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Syarkawi di Jakarta, Sabtu (6/2).
Syarkawi mengatakan, belanja pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Sehingga, pada 2016 belanja pemerintah harus benar-benar digenjot dan tidak boleh berhenti, sebab tren pertumbuhan di kuartal IV 2015 harus terus berlanjut.
"Yang terpenting, belanja permerintah tersebut tidak boleh Jawa sentris, harus merata. Harus mendorong agar industrialisasi tidak hanya di Jawa tapi juga di luar Jawa," ujar Syarkawi.
Selain itu, tambah Syarkawi, langkah lain yang bisa dilakukan adalah membuat dunia industri berkembang pesat. Menurutnya, untuk mencapai itu, perlu dunia usaha perlu diberikan insentif-insentif yang sifatnya penghargaan, misalnya dalam hal hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk sebuah karya.
Menurutnya, penegakkan HAKI di Indonesia masih sangat kurang. Sehingga, menyebabkan pekerja dan pelaku usaha kita tidak ada motivasi untuk berinovasi. "Padahal inovasi dibutuhkan bagi perusahaan untuk bertahan di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis," katanya.
Hal serupa diungkapkan Chairman Panasonic Gobel Group Rachmat Gobel. Mantan menteri perdagangan itu mengatakan, belanja pemerintah yang maksimal akan menciptakan efisiensi dan nilai tambah bagi daerah-daerah yang terpusat di Jakarta bisa berkembang ke daerah lain.
Lebih lanjut, Rachmat mengatakan, Indonesia memiliki insentif yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain, yakni pasar yang besar. Insentif ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun industri.
Selain itu, bangun pula sumber daya manusia yang lebih handal, sebab, menurut Rachmat, kesuksesan sebuah industri untuk selamat dari gelombang PHK besar-besaran tergantung dari sumber daya manusia di industri itu sendiri.
"Sehingga, ketika ingin membangun industri, bukan hanya bangun keuntungan tapi juga bangun pekerjanya. Sebab yang menciptakan keuntungan adalah pekerja, maka perlu ada pelatihan peningkayan keterampilan, di situlah kita memanusiakan manusia, bukan sebagai pekerja semata," imbuhnya katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved