Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan fokus meningkatkan investasi dan belanja pemerintah sebagai mesin pendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.
Hal itu dikemukakan Menko Perekonomian Darmin Nasution kepada wartawan di kantornya di Lapangan Banteng, Jakarta, kemarin.
"Pertumbuhan ekonomi tercapai jika ada peningkatan investasi dan belanja pemerintah sejak awal 2016. Karena itu, kami mendorong investasi dan mempercepat realisasi anggaran. Alokasi belanja yang besar di APBN terbukti meningkatkan produk domestik bruto di akhir 2015 sebesar 5,04%. Ke depan, pertumbuhan ekonomi akan lebih bagus karena dipacu oleh investasi dan belanja modal," kata Darmin.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan, selama Januari 2016 pemerintah telah mencairkan anggaran belanja sebesar Rp160 triliun atau setara 8% dari total alokasi belanja negara sebesar Rp2.095 triliun dalam APBN 2016.
Serapan belanja modal itu telah mencapai Rp1,5 triliun selama Januari.
"Padahal, Januari tahun lalu hanya Rp100 miliar. Kami baru saja menandatangani sejumlah kontrak yang dilelang tahun lalu senilai Rp100 triliun. Kami harap ini juga mempercepat penyerapan belanja pemerintah.".
Senada dengan Bambang, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga akan memaksimalkan penyerapan anggaran di kementeriannya.
"Hingga akhir 2015 dana APBN yang tidak terserap mencapai Rp248 triliun. Kalau bergulir ke daerah, itu tentu berdampak terhadap perekonomian. Kami juga telah memangkas 24,2% peraturan yang menghambat upaya penyerapan anggaran."
Ekonom DBS Bank Gundy Cahyadi mengapresiasi kesungguhan pemerintah memacu investasi dan serapan belanja modal tersebut.
"Pasalnya, tren positif perekonomian Indonesia setelah tumbuh 5,04% di kuartal IV 2015 harus dipertahankan dengan realisasi serapan belanja modal pada kuartal pertama tahun ini. Kami proyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 5,2%."
Prospek bisnis
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin melaporkan perekonomian tahun lalu hanya tumbuh 4,79%.
"Di bawah ekspektasi pemerintah yang menargetkan 5,7% dalam APBN-P 2015. Ini level yang terendah sejak 2010."
Akan tetapi, walaupun target pertumbuhan ekonomi meleset dari APBN-P 2015, Bambang Brodjonegoro meyakini pola peningkatan pertumbuhan akan berlanjut pada kuartal berikutnya.
"Kami berharap pertumbuhan ekonomi pada 2016 mengarah ke perkiraan 5,3% karena ada pemacunya, yakni belanja pemerintah sejak kuartal akhir 2015."
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suharyanto mengungkapkan peningkatan belanja modal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan di kuartal akhir 2015.
"Tugas pemerintah ke depan ialah bagaimana fokus mencairkan anggaran belanja sejak kuartal pertama. Presiden telah meminta kementerian/lembaga memulai belanja sejak Januari agar menjadi stimulus positif terhadap perekonomian nasional."
Tahun ini, lanjut Suharyanto, BPS memprediksikan prospek bisnis tumbuh positif di semua lini usaha.
"Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, kecuali pertambangan dan penggalian. Kita juga masih perlu melihat dampak pengucuran kredit usaha rakyat sebagai pendorong usaha mikro kecil dan menengah yang banyak menyerap tenaga kerja."
(Nur/Fat/Ant/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved