Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK kereta api cepat Jakarta-Bandung tidak hanya menggerakkan roda perekonomian wilayah yang menjadi transit oriented development (TOD) melainkan turut membuka lapangan kerja. Proyek tersebut diperkirakan akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja yang terserap, mulai dari pembangunan hingga kegiatan operasional berlangsung.
Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan menegaskan meski pengerjaan proyek tersebut merupakan hasil kerja sama gabungan konsorsium BUMN Indonesia dan BUMN Tiongkok, namun pekerja asing level buruh tidak diperkenankan terlibat. Setidaknya hanya tenaga ahli yang boleh ikut serta.
"Kita tidak izinkan Tiongkok bawa buruh. Mereka hanya boleh bawa tenaga ahli. Kita juga akan didik tenaga kita untuk jadi expert, semisal mau menyerap teknologi dari Tiongkok. Lebih baik kirim tenaga Indonesia untuk belajar atau magang ke sana,” ujar Hanggoro, Kamis (4/2).
Proyek ini, sambung dia, memang mengusung teknologi yang tinggi, namun tetap membutuhkan sentuhan tangan manusia. Hanggoro merinci, selama periode konstruksi tiga tahun, diperlukan 39 ribu pekerja. Kemudian periode konstruksi TOD selama 15 tahun membutuhkan 20 ribu pekerja dan terakhir, periode operasional TOD selama 25 tahun menyerap 28 ribu pekerja.
"Jelas ini membuka peluang kesempatan kerja yang besar. Misal KAI tidak mampu menyediakan masinis atau kontroler, tentu kita harus meng-hire dan melatih tenaga lokal. Ini peluang yang harus dimanfaatkan di tengah fenomena PHK," imbuhnya.
Hanggoro mengutarakan sebenarnya banyak potensi lain yang bisa dikembangkan, mengingat rute KA Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun yakni, Halim, Karawang, Walini, dan Tegal Luar. Seperti diketahui, pada setiap stasiun yang dilewati kereta cepat akan dibangun transit oriented development (TOD). Pengembangan TOD mendorong lahirnya sentra ekonomi kawasan baru.
"Kalau ada anggapan seakan-akan proyek dipaksakan, sebetulnya tidak dipaksakan. Ini menjawab kebutuhan sepanjang koridor Jakarta-Bandung yang akan mempunyai multiplier effect," tandas dia. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved