BRI Cetak Laba Rp25,2 Triliun

Anastasia Arvirianty
03/2/2016 21:48
BRI Cetak Laba Rp25,2 Triliun
(Istimewa)

BANK pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) mencetak laba Rp25,2 triliun sepanjang 2015. Jumlah tersebut tumbuh 4,25% secara year on year (y-o-y). Pencapaian laba tersebut tercatat melampaui target perusahaan yang sebesar Rp25,1 triliun.

Meski masih tercatat laba, pertumbuhannya melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan laba 2014 yang sebesar 14,4%. Wakil Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan hal itu disebabkan karena perbankan tengah menghadapi likuiditas ketat di 2015, sehingga menyebabkan biaya dana dan bunga kredit naik.

"Yang kedua, memang secara y-o-y, 2014 tumbuh 14% tetapi sebenarnya yang menentukan profit itu dari pertumbuhan average loan," terang Sunarso dalam konferensi pers paparan kinerja perusahaan di 2015, di Jakarta, Rabu (3/2).

Lebih lanjut, Direktur Utama BRI Asmawi Syam memaparkan, perolehan laba bersih tersebut ditopang dari peningkatan pendapatan bunga (interest income) yang mencapai Rp82,2 triliun atau tumbuh 13,5% dibanding 2014. Sedangkan sumber pendapatan lainnya berasal dari pendapatan nonbunga yang mencapai Rp14,2 triliun atau tumbuh sebesar 21,4% dari periode yang sama sebelumnya.

"Sehingga total pendapatan yang diperoleh BRI mencapai Rp96,4 triliun atau meningkat sebanyak 14,6% yoy," katanya.

Dari sisi portofolio kredit, total kredit (outstanding loans) yang sudah disalurkan hingga akhir 2015 mencapai Rp558,4 triliun, atau tumbuh sebesar 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk kredit di segmen mikro yang menjadi core business BRI tumbuh sebesar 16,8% secara y-o-y, menjadi Rp178,9 triliun, dengan jumlah nasabah yang meningkat menjadi 7,8 juta nasabah dari 7,3 juta nasabah.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) perusahaan, tercatat tumbuh sebesar 7,1% dari Rp600,4 triliun di 2014 menjadi sebesar Rp642,8 triliun di 2015. Pencapaian tersebut, disebabkan adanya dukungan kegiatan-kegiatan pemasaran yang telah dilakukan, pengembangan jaringan unit kerja maupun electronic channel dan pengembangan fitur produk simpanan.

Di 2016 ini, Asmawi mengatakan, pihaknya masih akan fokus untuk tetap meningkatkan porto folio kredit secara selektif dan prudent sesuai dengan kondisi perekonomian dengan kisaran target pertumbuhan sebesar 13%-15%. Adapun target penyaluran sebesar Rp67,5 triliun tersebut, dialokasikan untuk KUR Mikro sebesar Rp65 triliun, KUR Ritel sebesar Rp6 triliun, dan KUR TKI sebesar Rp500 miliar.

Selain itu, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo menambahkan, di 2016 ini pencadangan masih akan dinaikkan sebesar 15%-20% dari pencadangan di 2015, menyesuaikan dengan angka pertumbuhan kredit perusahaan. "Tahun lalu memang dinaikkan 50% dari Rp4 triliun di 2014 menjadi Rp8 triliun," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya