Rachmat Gobel: Investasi Butuh Proteksi

Tjahyo Utomo
03/2/2016 20:47
Rachmat Gobel: Investasi Butuh Proteksi
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

UNTUK menarik minat pemodal merealisasikan investasinya, pemerintah harus menciptakan iklim berusaha dan persaingan yang sehat. Industri di dalam negeri yang padat modal dan padat karya harus ada proteksi dan insentif.

"Kalau tidak ada fasilitas itu bisa jadi mereka akan hengkang dari Indonesia," kata Pemimpin kelompok usaha Panasonic Gobel, Rachmat Gobel di Jakarta, Rabu (3/2).

Proteksi yang bisa diberikan tanpa menyalahi regulasi perdagangan bebas dalam bentuk nontarif barrier seperti pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan berbagai insentif fiskal. Pasalnya, Indonesia menghadapi serbuan produk-produk impor dari Tiongkok yang lebih murah namun mengabaikan kualitas dan keselamatan.

Rachmat mengatakan Indonesia bisa mencontoh Malaysia yang agresif menarik minat investasi dengan mengobral insentif dan memberi proteksi bagi investor.

Gobel memberi contoh, saat Jepang melirik Indonesia untuk membangun industri panel surya (solar panel), PM Malaysia langsung terbang menemui PM Jepang dan membujuk untuk mengalihkan investasinya ke Malaysia.

"Dengan beragam insentif dan infrastruktur yang lebih baik, Jepang akhirnya memilih Malaysia. Ini yang harus kita rebut. Bagaimana caranya pemerintah bisa memberi kemudahan dan insentif secara nyata," tegas Rachmat.

Mantan menteri perdagangan ini optimistis investasi di Indonesia akan terus membaik seiring dengan perbaikan di segala sektor, mulai dari perizinan hingga jaminan pasar. "Seperti dilakukan Panasonic yang terus mempertahankan dan mengembangkan industrinya di Indonesia. Karena pasar Indonesia masih sangat menjanjikan," ujar Rachmat. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya