DPR Pantau Kesiapan Bulog Serap 5 Juta Ton Beras

Lina Herlina
03/2/2016 18:34
DPR Pantau Kesiapan Bulog Serap 5 Juta Ton Beras
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

KOMISI IV DPR RI memantau kesiapan Bulog Divre Sulawesi Selatan dan Barat terkait target pengadaan beras pemerintah sebanyak lima juta ton.

Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron, Rabu (3/2) di Gudang Bulog Panaikang Divre Sulselbar menjelaskan pihaknya juga memantau dan menginformasikan jika mereka mendapat informasi harga beras di Sulsel mengalami kenaikan.

"Tapi setelah dicek, ternyata yang mengalami kenaikan adalah harga beras premium atau jenis beras kepala. Tapi bagaimana pun kondisinya, bulog harus selalu siap siaga, khusunya jika harga tidak bersahabat dan melakukan operasi pasar," katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bulog Iryanto Hutagaol sangat yakin, jika 5,2 juta ton target stok Bulog secara nasional bisa tercapai meski gudang yang dimiliki kapasitasnya hanya 4 juta ton.

"Secara keuangan kita siap, infrastruktur juga siap, kalaupun kita nanti harus nyewa gudang swasa untuk menampung semua stok yang ada, meski ada perubahan pola tanam dan pengarih cuaca, tapi paling tidak, semua bisa diatasi, yakin bisa capai target," seru Iryanto.

Pada 2015, profit Bulog mencapai Rp1,6 triliun dan mendapatkan supprot dana sebesar Rp3 triliun untuk pembangunan infrstruktur dan segala keperluan bulog kedepannya.

Untuk Sulsel sendiri, Kadivre Bulog Sulselbar, Abdul Muis mengungkapkan, jika tahun ini mereka menargetkan stok 400 ribu ton, sama dengan 2015. "Hanya saja, pada 2015 kita memang tidak capai taget, karena serapan kita hanya 350 ribu ton. Itu disebabkan terjadinya disparitas harga ditingkat petani. Kita bersaing dengan pembeli dari liar, sementara harga pembelian pemerintah (HPP) kita sekarang Rp7.500 per kilogram mereka bisa membeli sampai harga Rp8.500 per kilogram," urainya.

Untuk Februari ini, Sulsel baru punya 37 ribu ton stok. "Itu masih aman hingga tiga bulan kedepan. Maret-April nanti, kita pasti lakukan penyerapan, karena akan ada panen untuk sawah tadah hujan di wilayah utara," pungkas Muis. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya