Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta pengembangan industri pariwisata pada 2016 dipercepat. Pasalnya, peran industri pariwisata sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata kunjungan turis mancanegara ke Tanah Air mencapai 10,4 juta wisatawan. Angka itu naik 1 juta orang dibanding tahun sebelumnya. Demikian disampaikan presiden saat membuka rapat terbatas pengembangan wisata Danau Toba di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/2).
“Naik sangat signifikan dan estimasi perolehan devisa di sektor ini Rp144 triliun,” katanya.
Meski demikian, sambung Kepala Negara, jumlah turis mancanegara dan perolehan devisa harus digenjot lagi. Ia berharap, percepatan dan pengembangan industri pariwisata bisa mendorong usaha kecil dan menengah serta industri kreatif.
Lapangan kerja, kata Jokowi, juga bisa meningkat signifikan karena pengembangan industri pariwisata. "Saya minta Menteri Pariwisata melakukan percepatan pengembangan di 10 destinasi wisata prioritas," ujar Presiden.
Kesepuluh destinasi prioritas itu adalah Candi Borobudur, Mandalika-Labuan Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Layang.
Terkait dengan pengembangan kawasan Danau Toba, Jokowi menginginkan agar konektivitas dan aksebilitas bisa ditingkatkan dengan cepat, seperti pembangunan infrastruktur sarana transportasi. Jokowi memberikan tugas pengembangan kawasan itu pada Kementerian Pariwisata, Kementerian PU dan Kemenko Maritim.
Ia juga meminta disiapkan branding untuk pemasaran kawasan wisata Danau Toba. Termasuk kesenian-kesenian yang bisa ditonjolkan di kawasan tersebut.
"Siapkan pelayanan-pelayanan yang berstandar internasional, atraksi seni budaya dengan koreaografi dan desain yang menarik dan mempunyai kelas," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved