Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERMINTAAN Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agak pasokan bahan bakar jenis premium di Ibukota dihentikan, diapresiasi PT Pertamina. Pasalnya, langkah itu dinilai berkontribusi membendung importasi BBM.
"Saya sendiri belum lihat suratnya. Tapi itu tidak masalah, tinggal lihat saja Dirjen Migas menyetujui apa enggak. Adanya kebijakan pemerintah seperti Ahok ini bisa mendorong masyarakat menggunakan bahan bakar ber-non subsidi, seperti pertamax atau pertalite,” tutur Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, Selasa (2/2).
Menurut Bambang, penyetopan distribusi premium disebutnya akan mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Kendati demikian, dia menyarankan agar implementasi penghentian distribusi BBM dilakukan secara bertahap.
Dalam artian terlebih dahulu diberlakukan di wilayah pusat yang dilingkupi berbagai macam sarana transportasi umum. Hal ini sejalan dengan tujuan Ahok yang menginginkan bahan bakar premium difokuskan bagi kendaraan umum.
“Sebaiknya premium dihilangkan di tengah kota dulu lah, karena di sana ada macam-macam angkutan umum di tengah kota. Lagipula masyarakat yang mampu gak usah lah pake premium, beli yang ramah lingkungan seperti pertalite dan pertamax kan emisi co2 dan nox-nya jauh, sehingga menjadikan kualitas udara lebih baik," imbuhnya.
Bambang meyakini peralihan konsumsi dari premium ke pertamax atau pertalite, diyakini mampu mengurangi importasi premium. "Dari sisi beban impor premium, tentu akan berkurang. Kita sebetulnya impor premium sudah mulai berkurang, sejak rfcc dan tppi sebentar lagi kalau kilang langit birunya Cilacap beroperasi, ya makin berkurang itu," ungkap dia.
Jakarta memakan porsi konsumsi premium lebih dari 20% dari total konsumsi nasional. Apabila kebijakan penghentian distribusi premium yang dikeluarkan Ahok benar direalisasikan, sambung dia, maka langkah itu jelas menurunkan angka konsumsi.
"Kalau konsumsi premium berkurang, itu bagi Pertamina enak banget. Karena kita tau kan premium di Jamali (Jawa Madura Bali) itu umum, tetapi kita ternyata gak boleh menetapkan beda jauh dari non Jamali. Artinya Pertamina ambil profit sekitar 5% juga gak bisa, apalagi kalau harga MOPS (Mean of Plats Singapore) lagi naik, harga jual premium gak bisa berubah. Itu Pertamina lumayan nanggung rugi besar,” urai Bambang. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved