Koperasi Efektif Pangkas Rantai Distribusi

Fathia Nurul Haq
02/2/2016 18:56
Koperasi Efektif Pangkas Rantai Distribusi
(ANTARA/Nyoman Budhiana)

TIDAK efisiennya rantai distribusi dituding menjadi penyebab masih tingginya inflasi harga pangan. Pola distribusi yang merakyat seperti koperasi dinilai perlu digalakkan kembali untuk memeranginya.

"Bahkan di negara yang katanya biang kapitalisme seperti Amerika, itu koperasinya jalan. Koperasi itu efektif memangkas rantai distribusi," jelas Plt Direktur Keuangan Negara Dan Analisa Moneter Bappenas Sidqy Lego Pangesthi Suyitno di Jakarta, Selasa (2/2).

Rantai distribusi pangan di Indonesia saat ini menurut Sidqy amatlah mahal, sampai 90% dari harga pangan masuk ke kantong para distributor. Sidqy mencontohkan untuk komoditas cabai yang hatga normalnya berkisar Rp10 ribu-Rp12 ribu per kilo,

"Itu petaninya paling-paling dapat cuma Rp2500 perkilo. Tapi kalau harga lagi jatuh, petani yang paling merasa, bisa-bisa harganya Rp500 perkilo. Lebih murah dari biaya produksi," katanya.

Padahal, dibandingkan dengan produsen, para distributor relatif lebih bebas resiko. Dengan porsi pembagian keuntungan yang timpang, Sidqy mafhum apabila jumlah petani dan sentra pertanian di Indonesia kian susut.

"Tidak ada insentif untuk berproduksi. Orang lebih enak jadi distributor saja," cetusnya.

Hal seperti ini bisa diatasi apabila fungsi koperasi kembali digiatkan. Di negara maju menurutnya, bahkan tak jarang koperasi masuk deretan nama perusahaan di fortune 500. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya