Pembahasan Blok Masela Rampung Dalam Dua Bulan

Tesa Oktiana Surbakti
02/2/2016 15:45
Pembahasan Blok Masela Rampung Dalam Dua Bulan
(Istimewa)

Pembahasan skema pengelolaan Blok Masela masih terus berlanjut. Meskipun Presiden Joko Widodo telah mengumpulkan sejumlah menteri dalam sidang kabinet, namun belum ada keputusan apakah proyek di lapangan gas abadi itu akan dibangun di tengah laut (offshore) atau di darat (onshore).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan finalisasi akan nasib blok yang terletak berdekatan dengan wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur tersebut diperkirakan rampung dalam satu atau dua bulan lagi. Seperti yang diutarakan Presiden, pemerintah dalam waktu dekat akan bertemu dengan investor dan kontraktor yang mengembangkan Blok Masela terlebih dahulu yakni Inpex Corporation dan Shell.

"Mudah-mudahan dalam satu dua hari akan dilakukan pertemuan dengan investor. Kita perlu memahami risiko yang dihadapi oleh investor, karena cost recovery kan investor yang mengeluarkan. Termasuk dampak yang berkaitan langsung dengan pembangunan wilayah di sekitar Blok Masela. Semoga dalam satu dua bulan sudah bisa difinalisasi,” ucap Sudirman, Selasa (2/2).

Sudirman menegaskan pihaknya memberikan kepercayaan penuh dan menghormati apapun keputusan Presiden terhadap skema pengelolaan Blok Masela. Seperti diketahui, Sudirman cenderung mengarah pada skema offshore lantaran berdasarkan hitung-hitungan SKK Migas, pembangunan fasilitas pengolahan LNG terapung tergolong lebih murah. Namun pada kesempatan itu, dia menekankan memilih posisi indifferent atau netral.

"Saya mengambil posisi indifferent dan meyakini tidak ada potensi deadlock atau jalan buntu. Proses akan berjalan dengan baik, begitu juga keputusan yang keluar akan rasional untuk memenuhi kepentingan semua pihak," pungkasnya.

Disinggung kehadiran PT Pertamina (Persero) dalam beberapa kali rapat terkait Blok Masela, Sudirman tidak menampik adanya ketertarikan dari BUMN energi itu untuk ikut menggarap. Hanya saja, dia menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi pembahasan utama.

"Pertamina diundang itu karena ini menyangkut minyak dan gas, jadi ketika ditanya apakah mereka tertarik untuk masuk, ya memang tertarik. Namun, kita mesti selesaikan satu-satu, soal eksisting KKKS yaitu INPEX yang sudah berjalan begitu lama. Yang jelas pemerintah wajib memfasilitasi minat Pertamina," ucap Sudirman.

Ihwal berapa persen minat Pertamina untuk mengelola Blok Masela, Sudirman berdalih perkara itu terlalu dini untuk dibicarakan. "Jangan sebut-sebut dulu soal persen dan sebagainya, masih jauh dari angka-angka itu," cetusnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya