Harga Minyak Anjlok, Gelombang PHK Mengancam

Nuriman Jayabuana
02/2/2016 14:52
Harga Minyak Anjlok, Gelombang PHK Mengancam
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengakui gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di dalam negeri paling banyak dirasakan perusahaan-perusahaan minyak dan gas. Menurutnya, penurunan harga minyak dunia menjadi pemicu PHK besar besaran yang terjadi di sektor tersebut.

"Kalau migas, ya terus terang tantangan cukup besar terkait penurunan harga minyak dunia. Ini yang mesti diantisipasi," ujar Hanif di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/2).

Kementerian Ketenagakerjaan berkoordinasi kementerian teknis untuk mencari solusi atas gelombang PHK yang kemungkinan akan terjadi. "Ya pada prinsipnya kita berharap jangan sampai PHK dulu. Kalau bisa dicarikan solusi yang lain," ujar Hanif.

Hanif juga tengah melakukan verifkasi data untuk memastikan banyaknya pekerja yang menjadi korban gelombang PHK. "Ini lagi diperiksa semua, maksudnya dicek, jadi perusahaan-perusahaan sedang dipanggil. Kemudian di daerah juga dikonfirmasi mengenai soal itu, sedang diverifikasi semua karena kemarin itu kan baru ada yang rencana dan ada yang sudah (melakukan PHK)," ujar dia.

Verifikasi pemerintah tersebut dilakukan terutama kepada sejumlah perusahaan yang telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja. "Ya semuanya lagi diverifikasi termasuk yang Chevron, lalu kemudian Ford/ Kita pastikan rencana mereka ini seperti apa untuk PHK, lalu hak-hak pekerjanya seperti apa kalo memang PHK sudah terjadi," ujarnya.

Belum lama ini, perusahaan migas asal Amerika Serikat Chervron juga telah melaporkan SKK Migas akan memutus kesepakatan kerja terhadap ribuan karyawannya di Indonesia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya