Harga Beras Mulai Merangkak Naik

Nuriman Jayabuana
01/2/2016 16:27
Harga Beras Mulai Merangkak Naik
(ANTARA/Adiwinata Solihin)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan harga beras selama Januari 2015. Kenaikan terjadi pada seluruh jenis beras, yaitu kualitas premium, medium, dan rendah.

Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin mengungkapkan harga beras premium mengalami peningkatan harga sebesar 0,62 persen, menjadi senilai Rp9.723,46 per kilogram. Beras berkualitas medium melonjak 1,03 persen ke angka Rp9.548,24 per kilogram. Sementara harga beras berkualitas rendah meningkat 0,84 persen ke kisaran Rp9.280,39 per kilogram.

“Ini menjadi warning bagi pemerintah. Harus bisa ditekan. Kalau tidak dikontrol biasanya akan berkontribusi terhadap peningkatan harga di bulan selanjutnya,” ujar Suryamin, Senin (1/2).

Begitu juga dengan harga gabah, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani rata-rata mengalami lonjakan 1,72 persen. Sehingga harga GKP di tingkat petani rata-rata berada di kisaran Rp5.205,73 per kilogram. Sementara harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani meningkat 1,02 persen ke harga Rp5.689,13 per kilogram.

Pada tingkat penggilingan, harga GKP juga melonjak 1,71 persen ke harga Rp5.290,78 per kilogram. Sementara GKG di tingkat penggilingan rata-rata mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen, sehingga harga gabah kering giling di tingkat penggilingan telah menyentuh harga Rp5.805,37 per kilogram.

Kenaikan harga beras juga terjadi di tingkat grosir dan eceran, masing-masing sebesar 1,3 persen dan 0,77 persen. Sehingga BPS menyimpulkan harga gabah dan beras telah mengalami peningkatan di tingkat petani, penggilingan, grosir, dan eceran.

“Harga gabah dan beras di tiap tingkat distribusi sudah meningkat . Ini yang harus bisa segera ditekan,” ujar dia

Suryamin mengatakan pemerintah perlu mengeluarkan sebuah kebijakan untuk mengatasi peningkatan harga beras di tiap tingkat mata rantai distribusi. Semakin panjang rantai distribusi yang dilalui, berarti semakin banyak margin keuntungan yang ditarik. “Artinya perlu upaya pemerintah untuk memperbaiki jalur distribusi.” ujar dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya