Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadinya peningkatan harga atau inflasi sebesar 0,51 persen selama Januari 2015. Pemicu inflasi tersebut merupakan kenaikan harga pada sejumlah bahan makanan inti.
“Kenaikan harga bahan makanan terjadi pada beberapa komoditas, diantaranya daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, beras dan daging sapi,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin, Senin (1/2).
Meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan terjadi lantaran pasokan di wilayah-wilayah sentra produksi menurun. "Penyebab utama karena kurangnya pasokan di sentra produksi. Misalnya kenaikan harga daging sapi terjadi karena kurangnya pasokan sapi di rumah-rumah pemotongan hewan," ujar dia.
Suryamin mengungkapkan lonjakan harga juga disebabkan tingginya margin keuntungan yang diambil pedagang dari konsumen. Berdasarkan data BPS, margin perdagangan tertinggi terjadi pada sejumlah komoditas pangan inti. Margin rata-rata nasional pada perdagangan beras tercatat sebesar 10,42 persen, cabe merah sebesar 25,33 persen, bawang merah sebesar 22,61 persen, jagung 31,9 persen, dan daging ayam sebesar 11,63 persen.
Mata rantai distribusi yang berlapis menyebabkan harga komoditas pangan tinggi di tingkat konsumen. Pola distribusi perdagangan terpanjang terjadi pada komoditas cabe merah.
"Dari distributor, diserahkan ke subdistributor, lalu lanjut lagi diserahkan ke agen, kemudian lanjut lagi ke sub agen. Dari sub agen, ada yang langsung ke konsumen akhir, tapi ada lagi yang berlanjut ke pedagang grosir, berlanjut lagi ke pengecer baru ke konsumen akhir," ujar Suryamin.
Model distribusi pangan yang berlapis-lapis tersebut akhirnya membuat harga begitu berbeda jauh di tingkat produsen dan di tingkat konsmen akhir. "Rantai perdagangan ini yang kemudian menyebabkan harga berbeda di tingkat produsen dan konsumen akhir. Perbedaannya itu cukup besar, margin yang kebanyakan itu yang mesti dirapihkan," ujar dia.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Adi Lumaksono mengungkapkan besarnya margin perdagangan komoditas pangan berpengaruh besar terhadap inflasi.
"Salah satunya dipengaruhi tata niaga, mata rantainya panjang. Untuk mengurangi cost, pemerintah bisa keluarkan aturan yang kalau bisa dari industri langsung ke konsumen," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved