Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi NasDem Kurtubi mengritik keras PLN atas krisis listrik yang terjadi di beberapa daerah. Seperti di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang hampir setiap hari mati listrik tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
Layanan listrik yang termasuk kebutuhan dasar ternyata tidak berlaku bagi beberapa wilayah di NTB. Listrik sudah menjadi barang mahal yang keberadaanya sangat dinanti oleh warga.
Keadaan tersebut kontras dengan Pulau Jawa yang bisa menikmati listrik siang dan malam hari. Akibat kondisi yang demikian, perekonomian NTB disinyalir tidak bergairah.
“Masyarakat banyak yang mengadukan ini itu kepada kami. Dokumen yang ada ini saya akan serahkan,” ucap Kurtubi seraya menyerahkan dokumen berisi aduan dan aspirasi warga dapilnya kepada Dirjen Ketenagalistrikan Jarma, Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Rida Mulyana, dan Dirut PLN Sofyan Basir, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII, Kamis (28/1).
Kekurangan pasokan listrik di tengah pertumbuhan ekonomi menjadi paradoks tersendiri. Kemampuan pemerintah mewujudkan 35.000 MW nyatanya sampai saat ini masih terseok-seok.
Dirjen EBTKE yang hadir dalam rapat tersebut tidak luput dari kritik Kurtubi. Ia menuturkan bahwa yang disebut dengan energi terbarukan adalah tenaga nuklir. Di kala negara lain berlomba-lomba menggunakan teknologi nuklir untuk mencukupi kebutuhan listriknya, Indonesia cenderung menghindari.
“Terus terang saja, Fraksi NasDem termasuk tetap mendorong agar segera mempercepat pembakit listrik tenaga nuklir. Alasan saya adalah, sekalipun kita membangun pembangkit tenaga batu bara dan gas, nyatanya tetap kita masih kurang,” terangnya dengan antusias.
Kurtubi menegaskan bahwa ketersedian listrik yang berlimpah sangat linier dengan kesejahteraan masyarakat yang konstan. Kondisi ini bisa dilihat dari negeri jiran Malaysia yang menyediakan listrik lima kali lipat dibanding Indonesia. Menurutnya, listrik yang melimpah itu telah menggerakan ekonomi negeri itu jauh lebih cepat dibanding dengan Indonesia.
“Konsumsi listrik perkapita kita harus menyamai Malaysia. Gak usah Singapura, tidak usah Amerika. Jadi kapasitas tenaga listrik kita harus ditambah empat kali lipat. Nah, untuk mendapatkan kapasitas yang lebih besar, jawabannya adalah nuklir,” tegasnya.
Ia menyakini nuklir akan menjadi masa depan ketahanan energi Indonesia. Bukan hanya untuk NTB namun seluruh wilayah di Republik Indonesia. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved