Proyek T3 Ultimate Hampir Rampung

Ahmad Punto
28/1/2016 02:15
Proyek T3 Ultimate Hampir Rampung
Presdir PT. Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi (kedua kanan) mendengarkan penjelasan dari pekerja mengenai bagasi otomatis di ruang keberangkatan proyek pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/1).(ANTARA/Muhammad Iqbal)

PEMBANGUNAN proyek infrastruktur strategis terus dikebut untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilanda kelesuan.

Salah satu proyek strategis yang segera rampung ialah pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Progres keseluruhan Terminal 3 Ultimate ialah 93,99%. Kami proyeksikan bisa mulai beroperasi pada Mei mendatang dengan kapasitas 25 juta penumpang per tahun," ujar Presiden Direktur PT Angkasa Pura (AP) II Budi Karya Sumadi saat mengunjungi proyek Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, kemarin.

Pembangunan Terminal 3 Ultimate itu merupakan tahap satu proyek revitalisasi Bandara Soekarno-Hatta.

Selanjutnya AP II juga segera menjalankan proyek tahap dua, yaitu merevitaliasi Terminal 1 dan 2 untuk meningkatkan kapasitas penumpang menjadi 37 juta penumpang per tahun.

"Bila pembangunan tahap satu dan dua telah rampung, bandara ini akan dapat menampung sekitar 65 juta penumpang per tahun, dari sebelumnya hanya 20 juta penumpang per tahun," papar Budi.

Dijelaskan, dalam pembangunan tahap dua akan dibangun pula east cross taxiway yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas sisi udara dan dapat menampung pesawat berbadan besar.

"Untuk pembangunan east cross taxiway saat ini sedang proses lelang," ujar Budi.

Direktur Operasi dan Teknik AP II Joko Murjatmodjo mengatakan AP II juga membangun fasilitas people mover untuk kemudahan akses penumpang antarterminal di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami optimistis proyek revitalisasi tahap satu bisa rampung tepat waktu, begitu juga tahap dua yang saat ini sudah mencapai progres 49,35%," ujarnya.

Dengan rampungnya pembangunan Terminal 3 Ultimate, Dirut AP II pun meminta aliansi maskapai penerbangan internasional, Sky Team, menempatkan infrastruktur tersebut sebagai bandara pengumpul (hub).

"Kami ingin penerbangan internasional bisa terkontrol lebih baik di sini. Karena itu, kami juga menyediakan berbagai fasilitas seperti hotel, tempat berbelanja, juga berbagai karya seni dari seniman Tanah Air," papar Budi.

Keberadaan Terminal 3 Ultimate yang menelan investasi Rp10 triliun dan revitalisasi Terminal 1 dan 2 yang mencapai Rp3 triliun menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sejajar dengan Changi Airport Singapura dan Bandara Kuala Lumpur Malaysia yang telah menjadi hub internasional.

Kereta bandara

Akses commuter line dari Stasiun Manggarai ke Bandara Soekarno-Hatta diproyeksikan rampung pada Februari 2017.

"Kami sudah koordinasi dengan PT Railink kira-kira akan selesai Februari 2017," kata Budi.

Menurutnya, penyelesaian proyek kereta bandara seiring dengan fasilitas perpindahan antarmoda atau people mover yang terintegrasi antara Terminal 1, 2, dan 3.

Ia menjelaskan rencana operasi kereta Bandara Soekarno-Hatta, yakni rute Manggarai-Batu Ceper sepanjang 26 kilometer dan Batu Ceper-Bandara Soekarno-Hatta 12,3 kilometer.

Waktu perjalanan 54 menit dengan kedatangan (headway) kereta setiap 15 menit sekali.

(*/Ant/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya