Mata Rantai Suplai Pangan Akan Dipangkas

Irwan Saputra
27/1/2016 13:31
Mata Rantai Suplai Pangan Akan Dipangkas
()


Untuk mengatasi gejolak harga pangan jangka panjang, pemerintah akan memangkas mata rantai suplai pangan. Dengan demikian, harga di tingkat petani lebih meningkat dan harga di tingkat konsumen bisa lebih ditekan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog untuk pemangkasan mata rantai suplai pangan tersebut. Katanya, dengan pemangkasan ini, jalur perjalanan pangan dari petani ke konsumen akan dipangkas 50%.

"Nanti Bulog yang akan beli, Kementan mendukung, yang biasanya dari 8 titik menjadi 4 titik. Jadi dari petani ke Bulog, Bulog langsung ke pasar, lalu ke konsumen," paparnya di Kantor Dirjen Hortikultura, Rabu (27/1).

Menurut Amran, dengan demikian, harga di tingkat petani bisa lebih diangkat, serta harga di tingkat konsumen bisa lebih ditekan. "Itu solusi untuk seluruh komoditas, termasuk daging sapi," katanya.

Selain itu, katanya, pemasaran pangan yang telah diserap oleh Bulog dapat melalui Toko Tani yang saat ini berjumlah 200 unit di seluruh daerah. Ditargetkan, dalam tahun ini akan ditambah menjadi 1000 unit.

Amran menegaskan, program Toko Tani yang baru dimulai tahun lalu itu belum dapat dinilai gagal. Ia juga telah menginstruksikan Kepala Badan Ketahanan Pangan untuk lebih mengefektifkan program tersebut.

"Kita lihat kedepan, masak baru tampil langsung gagal. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan," cetusnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya