Tren Perekonomian Belum Cerah

Irwan Saputra
26/1/2016 19:52
Tren Perekonomian Belum Cerah
(AFP PHOTO / ANTHONY WALLACE)

Sudah banyak prediksi pakar mengenai tren pertumbuhan ekonomi tahun ini yang masih lesu. Alarm perlambatan ekonomi dari negara Tiongkok di awal tahun ini menambah kuat sentimen negatif tersebut.

Ekonom Bank Standard Chartered Indonesia Aldian Taloputra juga mengamini hal tersebut. Ia memprediksi, pertumbuhan ekonomi global tahun ini tidak lebih dari tiga persen.

"Keadaan global tidak membaik signifikan untuk membantu pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Karena kita tahu Cina melambat ekonominya, dan Amerika Serikat juga akan melambat. Tapi Jepang dan Eropa akan membaik," jelasnya di Economi Outlook 2016 di Jakarta, Selasa (26/1).

Namun, Aldian tetap optimis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah serta investasi menjadi sektor penopang dari hantaman ekonomi global.

"Kalau dilihat fokus infrastruktur pemerintah lebih meningkat 8% dari tahun sebelumnya. Yang menarik, beberapa proyek sudah mulai dilelang dari bulan Oktober. Belanjanya akan lebih cepat. Jadi efek ke ekonominya akan lebih besar," jelasnya.

Selain itu, sektor investasi dinilai lebih segar karena kebijakan paket deregulasi dari pemerintah tahun lalu. Ia juga menjelaskan nilai tukar rupiah tahun ini juga akan tetap lesu. Namun, depresiasi kurs tidak sebesar tahun lalu yang dipredisksi hanya 5% sampai akhir tahun.

"Prediksi kami akan menyentuh Rp14.300 per dolar pada tengah tahun dan Rp14.600 hingga akhir tahun. Itu karena pengaruh kondisi eksternal dan internal,” katanya. ()



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya