Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Maret tahun lalu, usaha perakitan televisi yang dirintisnya secara autodidak sejak 2011 digerebek polisi. Kusrin, sang perakit, dituduh telah melanggar UU No 3/2014 tentang Perindustrian serta Perubahan Permendagri tentang Pemberlakuan Barang Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pengadilan akhirnya menyatakan Kusrin bersalah dan memvonis enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun. Ia juga didenda Rp2,5 juta subsider dua bulan kurungan.
Belum cukup, televisi rakitannya, 118 buah, dimusnahkan Kejaksaan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah. Itulah drama perjuangan masa lalu Kusrin.
Akan tetapi, kini Kusrin tidak perlu ciut melanjutkan usahanya. Pasalnya, sejak 16 Januari lalu ia telah mengantogi sertifikat SNI. Juga karena kreativitasnya itulah, ia bisa menginjakkan kakinya di Istana Merdeka, Jakarta, memenuhi undangan Presiden Joko Widodo.
"Saya disuruh membangkitkan lagi usaha saya," kata Kusrin, 42, mengungkapkan nasihat Presiden.
Dalam pertemuannya dengan Kepala Negara, ia didampingi sang istri, Siti Aminah, 43. Ikut hadir dalam kesempatan itu Menteri Perindustrian Saleh Husin.
Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP, secara pribadi Presiden memberikan bantuan tambahan modal. Namun, Budi tidak menjelaskan berapa besar bantuan itu.
Johan menambahkan bahwa dukungan Presiden itu bukan sekadar perhatian pada pengembangan UKM lokal. Namun, usaha Kusrin itu juga memiliki fungsi strategis dalam hal penyebaran informasi di kalangan masyarakat bawah lantaran produknya yang terjangkau alias murah.
"Rakyat di bawah bisa mengakses informasi, bisa melihat berita, mendengar informasi. Jadi, selain fungsi UKM, ada juga fungsi yang lebih penting lagi," paparnya.
Saleh Husin menambahkan Presiden memberi perhatian terhadap usaha kecil seperti ini.
"Ini harus dibina, diarahkan, sehingga produk yang dibuat bisa digunakan dan terlindungi (bagi) konsumen juga."
Kusrin bercerita bahwa usahanya berada di Jl Solo-Purwodadi Km 9, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, dengan jumlah karyawan 32 orang.
Sebelum digerebek, omzet per hari televisinya yang ia beri merek Maxreen mencapai Rp75 juta atau Rp2,1 miliar per bulan. Pemasarannya menjangkau Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Bali. Produk itu dipasarkan ke toko-toko elektronik tanpa mengusung keunggulan tertentu.
"Saya bilang ini TV murah," katanya.
Televisi 14 dan 17 inci dijual seharga Rp400 ribu-Rp600 ribu.
Kenapa bisa murah?
Kusrin menjelaskan bahan baku utamanya ialah tabung komputer atau televisi bekas. Itu diperoleh dari pengepul. Sisanya, mesin dan wadah (casing), katanya, baru.
Soal pengembangan usaha, Kusrin memiliki rencana untuk merakit peralatan elektronik rumah tangga lainnya. Upaya pematenan merek pun akan ditempuhnya untuk melengkapi SNI itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved