Kemenperin Siapkan SDM Kompeten Industri TPT

22/1/2016 20:32
Kemenperin Siapkan SDM Kompeten Industri TPT
(ANTARA FOTO/Maulana Surya)

Pemerintah Indonesia terus memacu peningkatan investasi di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) karena memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai sektor prioritas, industri TPT selama ini mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup banyak, memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri serta memiliki peranan yang strategis dalam proses industrialisasi.

Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi terkait industri padat karya itu dengan meresmikan tiga agenda sekaligus di Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (22/1). Agenda itu meliputi peresmian pabrik PT Nesia Pan Pacific Clothing, Peresmian Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta, serta Peluncuran Program Investasi Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Presiden juga menyaksikan penandatanganan dua MoU, yaitu antara SMK Negeri 2 Wonogiri dengan Nesia Pan Pacific Clothing dan Pusdiklat Industri Kemenperin dengan Nesia Pan Pacific.

"Saya sangat menghargai langkah Nesia Pan Pasific, SMKN 2 dan Akademi Komunitas. Ini dalam rangka meningkatkan skill, produktivitas, dan etos kerja agar kita berdaya saing dan memenangi kompetisi," kata Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Presiden menandatangani prasasti Peresmian Pabrik PT. Nesia Pan Pacific Clothing dengan didampingi Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kepala BKPM Franky Sibarani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemenperin, Mujiyono turut hadir untuk menandatangani MoU tersebut.

Dalam situasi ekonomi dunia yang tengah mengalami perlambatan ini, Presiden mengingatkan agar masyarakat tetap optimis. Karena, masih banyak peluang-peluang di negara kita yang bisa kita angkat jadi investasi dan lapangan kerja.

Nesia Pan Pacific Clothing merupakan perusahaan PMA asal Korea Selatan dengan induk perusahaannya Pan-Pacific Co. Perusahaan tersebut telah merealisasikan investasinya hingga akhir tahun 2015 sebesar US$14,5 juta untuk pembangunan dua pabrik.

Perusahaan yang didirikan di atas lahan seluas 12 hektare di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini akan menambahkan investasinya pada 2016 sebesar US$14,5 juta untuk dua pabrik dan tahun 2017 sebesar US$31 juta untuk tiga pabrik. PT Nesia Pan Pacific Clothing menargetkan total investasi sebesar US$60 juta untuk membangun tujuh pabrik dalam tiga tahap tersebut dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 12.600 orang.

Menperin Saleh Husin mengatakan, industri TPT merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, mengingat kontribusinya terhadap PDB yang cukup signifikan.

"Kerja sama seperti ini, Nesia dengan SMK dan Pusdiklat serta keberadaan Akademi Komunitas memacu peningkatan kualitas SDM. Industri nasional memang idealnya diperkuat oleh kekuatan SDM kita sendiri," ulasnya.

Kemenperin mencatat, sampai triwulan III tahun 2015, sektor TPT telah mencatat surlpus sebesar USD 3,34 miliar dengan nilai ekspor mencapai USD 9,27 miliar USD dan nilai impor USD 5,93 miliar USD. “Nilai ekspor tersebut setara dengan 8,06 persen ekspor nasional pada periode yang sama,” kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin, Harjanto di tempat yang sama. Turut hadir, Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat.

Industri TPT merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang atau sekitar 10,36% tenaga kerja di sektor industri. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya