Daerah Diminta Kembangkan Investasi Padat Karya

Dero Iqbal Mahendra
21/1/2016 16:24
Daerah Diminta Kembangkan Investasi Padat Karya
(MI/Panca Syurkani)

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri meminta pemerintah daerah mengembangkan investasi dalam negeri yang bersifat padat karya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemda adalah dengan memberi kemudahan berinvestasi.

“Saya harapkan Dinas Provinsi, Kabupaten/Kota menyiapkan SDM yang kompeten dan mengkondisikan hubungan industrial yang kondusif. Selain itu perlu mengembangkan potensi sumber daya lokal sampai tingkat desa menjadi potensi ekonomi produktif guna mendorong perluasan kesempatan kerja, “ ujar Menaker Hanif dalam sambutan Rakornas bidang ketenagakerjaan di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (21/1).

Hanif mengungkapkan berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS, jumlah pengangguran Terbuka pada Agustus 2015 mencapai 7,6 juta orang atau 6,18 persen yang didominasi usia muda.

“Kita berkewajiban memfasilitasi penempatan tenaga kerja sebanyak 2 juta pencari kerja per- tahun dan menciptakan 10.000 wirausaha baru dengan target 50.000 sampai tahun 2019,“ ungkap Hanif.

Kemenaker hingga kini telah mendorong penguatan Wirausaha Produktif dengan melakukan penciptaan kesempatan kerja baru, penciptaan lapangan pekerjaan baik formal maupun informal serta program wirausaha dan padat karya.

Salah satunya adalah pendampingan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) 2015 sebanyak 1.300 orang di 29 provinsi dan pendampingan Tenaga Kerja Mandiri (TKM), baik program reguler, Program Penghidupan Berkelanjutan (P2B), maupun pendampingan institusi lokal tahun 2015 sebanyak 33.240 orang.

Juga pengembangan Tenant Inkubasi Bisnis. Perluasan kesempatan kerja sebanyak 5.396 orang terdiri dari: pelaksanaan Bimbingan Pra Inkubasi Bisnis sebanyak 90 orang, pelaksanaan Bimbingan Inkubasi Bisnis Inwall (10), pelaksanaan Bimbingan Inkubasi Bisnis Outwall (4.688) orang dan pelaksanaan Inkubasi Bisnis Potensi Daerah (608).

Program Pengembangan Tenaga Kerja Rentan dari Program Penghidupan Berkelanjutan (P2B) Bappenas sebanyak 586 orang Pendamping Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan 447 orang Motivator Pemberdayaan Masyarakat (MPM). (Dro/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya