Presiden Tugasi KEIN Buat Panduan Industri

Rudy Polycarpus
21/1/2016 04:50
Presiden Tugasi KEIN Buat Panduan Industri
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir (kanan) berbincang bersama Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta (tengah) dan Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead seusai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, kemar(MI/Ramdani)

KOMITE Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) diharapkan memberikan masukan berupa perencanaan dan rekomendasi detail yang dapat dilaksanakan oleh pemerintah terkait pembangunan ekonomi nasional.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo seusai melantik Ketua KEIN Soetrisno Bachir, Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta, Sekretaris KEIN Putri Wardani, dan 17 anggota KEIN di Istana Negara Jakarta, kemarin.

"Kami sudah memiliki peta jalan ekonomi dan industri, tetapi dengan di-back up KEIN akan ada kombinasi. Kombinasi itu akan memberikan perencanaan lebih detail baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Saya minta detail sampai 50-100 tahun itu ada sehingga ada panduan ke mana haluan kita menuju. Perencanaan jangka pendek harus dieksekusi karena pemerintah berupaya membuka lapangan kerja sebesar-besarnya," kata Presiden.

Ke-17 anggota KEIN ialah Hendri Saparini, Hariyadi Sukamdani, Eddy Sariatmadja, Sudhamek, Jhonny Darmawan, Benny Soetrisno, Mohamad Fadhil Hasan, Benny Pasaribu, Sonny Budi Harsono, Aries Muftie, Muhammad Safii Antonio, M Najikh, Andri BS Sudibyo, Zulnahar Usman, Irfan Wahid, Donny Oskaria, dan Sugiarto Alim.

Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah pernah ada Komite Ekonomi Nasional (KEN).

Menurut Jokowi, KEIN lebih fokus pada industrialisasi yang mendorong pemakaian sumber daya alam lokal.

"(Jadi) kita tak lagi ekspor komoditas mentah, tidak lagi ekspor bahan baku, tidak lagi kita ekspor barang yang tidak jadi atau setengah jadi. Targetnya industrialisasi sehingga ada nilai tambah," ujar Presiden.

Terkait dengan pemilihan Soetrisno Bachir sebagai Ketua KEIN, lanjut Jokowi, hal tersebut juga sudah melalui proses musyawarah dengan anggota lain bahwa sosok tersebut dinilai mampu memadukan semua kalangan.

"Soetrisno bisa menjembatani akademisi dan pengusaha. Beliau juga pelaku industri."

Ekonomi kreatif

Soetrisno Bachir menambahkan fokus utama KEIN ialah mendorong Indonesia menjadi negara industri. KEIN akan memberikan rekomendasi yang mudah dieksekusi Presiden.

KEIN juga harus dapat berkoordinasi dengan jajaran Kabinet Kerja yang bergerak di bidang ekonomi.

"Rekomendasinya bisa dieksekusi dan dijalankan Presiden, bukan mengawang-ngawang."

Saat menanggapi pembentuk-an KEIN, anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah meminta lembaga itu mendorong juga perkembangan ekonomi kreatif.

"Anggota KEIN Irfan Wahid sebagai pelaku industri kreatif dapat menjadi pemicu untuk mengonkretkan pemberdayaan sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif."

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Ina Primiana meminta KEIN membantu Kementerian Perindustrian bersinergi dengan kementerian lain.

Menurutnya, industri nasional tidak bisa bergerak tanpa kerja sama berbagai kementerian.

"Sekarang yang menyulitkan ialah kementerian lain kurang memberi dukungan."

Menurut Ina, keberadaan KEIN juga diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan dunia industri dari hulu ke hilir dan menjadikan industri nasional semakin berdaya saing.

"Berarti KEIN harus dapat melihat komprehensif, tidak dari sektor industri saja. KEIN harus membuat perubahan. Apabila hasilnya tidak berbeda dengan sekarang, ya percuma," tandas Ina.

(Arv/Ant/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya