BPN Jateng Selesaikan Tahapan Pembebasan Lahan Tol Trans Jawa
Akhmad Safuan
29/10/2015 00:00
(ANTARA/Aditya Pradana Putra)
PEMBANGUNAN Jalan Tol Trans Jawa di Jawa Tengah mulai Brebes-Semarang-Sragen ditargetkan rampung pada 2018. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah bekerja keras menyelesaikan setiap tahap pembebasan lahan melalui 16 kantor BPN yang bakal dilalui tol sepanjang 300,57 kilometer tersebut.
Jalan tol itu akan melalui 16 daerah yakni Kabupaten Brebes, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen. Pada 2018 ditargetkan rampung, dengan tahapan jalan tol Pemalang-Batang selesai 2015, Semarang-Batang bisa selesai pada 2016 dan Semarang-Solo pada tahun 2017.
"Kita targetkan Jalan Tol Trans Jawa di Jateng selesai seluruhnya tahun 2018, sehingga untuk mencapai target tersebut telah dibuat tim terpadu yang terdiri dari Kementerian PU PR, Dinas Bina Marga, BPN dan pemerintah daerah yang dilalui jalan tol tersebut," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Sistem telah disusun dengan Leading sector Bina Marga, demikian Ganjar Pranowo, maka permasalahan yang muncul dalam pembangunan jalan tol tersebut dapat diselesaikan dengan cepat karena adanya koordinasi antarlembaga. Hal ini dapat langsung dipantau oleh gubernur dan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).
"ÂPembangunan jalan tol tidak lagi terhambat, terutama soal pembebasan lahan yang selalu muncul setiap kali pemerintah akan melaksanakan pembangunan," tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR Subagyo. Dikatakan, pemerintah pusat selalu berusaha mengakselerasi pembangunan jalan tol, namun seringkali terhambat pada persoalan pembebasan lahan.
"Saya menyambut baik langkah Gubernur Jateng, karena dengan adanya sistem tersebut, masalah pembebasan lahan akan cepat selesai dengan langsung dikoordinasikan pemerintah provinsi dan daerah yang bersangkutan," ujarnya.
Menghadapi kondisi ini Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah melalui 16 kantor di daerah yang bakal dilintasi jalan tol Trans Jawa tersebut terus bekerja keras menyelesaikan setiap tahap pembebasan lahan baik melalui sosialisasi, musyawarah maupun mediasi. Sehingga, pembebasan lahan dapat diselesaikan tepat waktu.
Langkah yang ditempuh Kanwil BPN Jateng tersebut sejauh ini cukup berhasil. Dari seluruh lahan yang bakal dipergunakan jalan tol itu secara bertahap telah diselesaikan dan kendala pembebasan dapat diatasi.
"Sekarang sudah lebih dari 60% lahan untuk jalan tol selesai dibebaskan. Kita tergetkan pembebasan selesai tepat waktu sesuai ditargetkan," kata Kabid Hak Rumah dan Pengadaan Tanah Kanwil BPN Jawa Tengah Lukman Hakim.
Kepala Kantor Wilayah BPN Jateng Ronny Kusuma Yudistiro mengatakan setelah selesainya pembuatan mapping rencana tol Trans Jawa di Jateng dan melalui koordinasi semua pihak, maka BPN Jateng langsung membentuk tim dari 16 kantor di daerah masing-masing. Kantor BPN di daerah yang bakal dilintasi jalur tol tersebutlah yang akan menyelesaikan setiap tahap pembebasan lahan, pengukuran hingga selesai pembayaran.
Pembebasan lahan jalan tol Pejagan-Pemalang, demikian Ronny, telah selesai 100% yakni pengukuran 1.523 bidang seluas 1.647.107 meter persegi, kemudian tahap berikutnya adalah pembebasan lahan Pemalang-Batang yang juga telah mencapai tahap penyelesaian dan tinggal pada pembayaran, kemudian pembebasan berikutnya pada ruas Batang-Semarang yang diperkirakan akan mencapai 500 hektare lebih.
Di Kabupaten Pekalongan, jalan tol akan melintasi 24 desa dan warga telah siap untuk dibebaskan lahannya. Sedangkan di Batang, lahan dibutuhkan seluas 268,192 hektare sepanjang 49,150 kilometer di 32 desa di tujuh kecamatan yang dibagi menjadi lima seksi pembagian tanah. Yakni Seksi I di Simpang Susun Batang hingga Batang Timur (4 kilometer), Seksi II Batang Timur-Weleri (34 kilometer), Seksi III Weleri-Kendal (15 kilometer), Seksi IV Kendal-Kaliwungu (11 Km) dan Seksi V Kaliwungu-Krapyak (11 km) dengan total mencapai 75 kilometer.
Sedangkan untuk ruas Semarang-Solo, kata Ronny, tinggal tersisa beberapa bidang. Namun sebagian besar telah diselesaikan dan telah mulai tahap pembangunan yakni pada sesi Bawen-Salatiga-Boyolali.
"Kita terus bekerja sesuai tahapan dan meskipun ada kendala namun pembebasan secara bertahap rampung sesuai dengan jadwal," tambahnya. (Q-1)