INVESTASI di sektor pertanian terus ditingkatkan. Di Sulawesi Selatan, fokus pada tiga sektor. Itu terlihat, Selasa (27/10) pada 'Temu Investor Agribisnis Gula, Jagung dan Sapi di Makassar, yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Ada enam investor yang melakukan penandatanganan nota kesepahaman dalam kegiatan tersebut, untuk 10 kabupaten di Sulsel, untuk tiga sektor agribisnis itu.
PT Green Thumb, investasi bidang industri gula di Bone. PT Marketindo Selaras, investasi bidang industri gula di Gowa. PT Makassar Tene, investasi bidang industri gula di Takalar. PT BISI International, investasi bidang industri jagung di Jeneponto, Soppeng dan Wajo. PT Pratama Agriresources, investasi bidang industri gula di Jeneponto, Maros dan Barru. Serta PT Asia Beef Biofarm Indonesia, investasi bidang industri sapi di Luwu Timur dan Enrekang.
Dari investor tersebut, terdiri atas empat Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan dua Penanaman Modal Asing (PMA). Tidak hanya itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Timur juga akan ikut serta dalam penanaman investasi di komoditas gula, jagung, dan sapi.
PT Asia Beef Biofarm Indonesia memerlukan lahan sebanyak 20 ribu hektare (ha), menanamkan modal sebanyak Rp100 miliar, investasi tersebut akan menyerap tenaga kerja sebanyak 100 orang, impor 500 sapi, dan 2.000 ha bibit rumput. Diperkirakan setiap tahunnya investor asal Brasil ini akan menghasilkan 20 ribu sapi siap potong per tahun.
PT Pramana Agriresources rencananya akan menginvestasikan modalnya sebanyak USD10 juta yang mampu menyerap 100 orang tenaga kerja dan pembelian sapi sebanyak 15 ribu ekor.
Mentan Amran menjelaskan, untuk sektor pertanian, sudah ada 32 investor yang masuk di Indonesia, dengan nilai investasi sekitar Rp502 triliun. "Untuk mengembangkan industri gula, jagung dan sapi, disiapkan lahan sebesar 2,2 juta ha dengan nilai investasi Rp113,1 triliun," terangnya.
Oktober ini seru Amran, ada empat investasi dalam tahap konstruksi dan siap diresmikan, yaitu PG Tambora Sugar Estate, saat ibu konstruksi 62,9% dan giling perdana April 2016 dengan kapasitas 5.000-10 ribu TCD. Pengembangan sapi potong 20 ribu hektare di Sumba Timur, investasi terpadu sapi dan budidaya jagung pakan ternak 5 ribu hektare di Maros dan operasional pabrik gula di Lamongan.
Untuk investasi di Sulsel, Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengaku akan memberi kemudahan bagi para investor mengurus izin, termasuk dalam hal pembebasan lahan. (Q-1)