Louvre Siap Tambah Hotel di Indonesia

Wisnu AS
24/10/2015 00:00
Louvre Siap Tambah Hotel di Indonesia
()
SETELAH diakuisisi pada Maret 2015 oleh perusahaan asal Shanghai, Jin Jang Holdings International, Louvre Hotel Group (LHG), yang mengoperasikan Golden Tulip Hotel di wilayah Asia Tenggara, berencana melakukan ekspansi di Indonesia. LHG saat  ini telah  mengoperasikan delapan hotel di wilayah Indonesia, seperti Bali, Jawa, dan Kalimantan. Dalam enam bulan ke depan akan ada penambahan 10 hotel baru, di antaranya dengan merek Royal Tulip Hotel, Golden Tulip Hotel, Kyriad Hotel, dan X2 Resorts.

Tidak hanya itu. Sebanyak 12 hotel  tambahan sedang dalam tahap pengembangan untuk dijadwalkan beroperasi pada 2016, mulai dari pantai resort mewah, dan resort Golf di bawah merek Royal Tulip, desain butik Resor di bawah merek X2 , bisnis superior hotel dan resort di bawah merek Golden Tulip, dan budget hotel di bawah merek Kyriad dan Golden Tulip Essential.
Jadi, total portofolio LHG di Indonesia ditargetkan mencapai lebih dari 28 hotel pada akhir 2016.

Begitu pun di Thailand. LHG saat ini tercatat pula ada beberapa hotel yang sudah siap untuk diluncurkan dan beroperasi dari rencana 30 hotel. Dengan di bawah merek brand Tulip Inn, budget hotel akan tersebar di wilayah kota dan area sekunder di seluruh negeri.

Di samping perencanaan budget hotel, LGH juga memiliki rencana agresif untuk melanjutkan ekspansi di sektor bintang empat dan bintang lima, serta resort di tempat wisata utama Bangkok, Phuket, dan Pattaya. Selain itu, ada minat untuk investasi strategis di sektor hotel melalui akuisisi portofolio. Kini LHG memiliki lima Golden Tulip dan Royal Tulip Hotel, baik yang telah beroperasi dan tahap pengembangan. Portofolio di Thailand dikelola di bawah kemitraan dengan BHM Asia dari Bangkok. 

"Kami melihat akuisisi itu sebagai kesempatan baik di Asia untuk memperluas secara agresif dan memanfaatkan sinergi dengan pemegang saham baru kami," ujar Mark van Ogtrop sebagai Managing Director Louvre Hotels Group Asia Tenggara dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (24/10). Jin Jiang merupakan perusahaan negara untuk agen perjalanan dan pariwisata terkemuka di Tiongkok yang dijalankan berdasarkan strategi perencanaan lima tahun.  

Perusahaan itu mengidentifikasi bahwa pariwisata dapat dijadikan sebagai salah satu alat utama pengembangan investasi yang harus mendapat prioritas. Tidak heran perusahaan ingin membuka beberapa properti baru sebagai dukungan kuat pada merek grup internasional sehingga mempermudah ekspansi ke berbagai pangsa pasar.

Erick Herlangga, Vice President Development Louvre Hotels Group Asia Tenggara, menambahkan terdapat kesempatan besar yang memungkinkan investasi berkelanjutan untuk mempercepat pengembangan di Prancis, Eropa, Asia, dan seluruh  dunia. Kepemilikan baru juga 
memberikan LHG akses ke pasar wisata luar negeri terbesar yang sekitar 30% dikelola oleh Jin Jiang sebagai agen perjalanan. Apalagi LHG memeroleh kredit investasi senilai 2,5 miliar euro yang diberikan bank China ICBC selama jangka waktu tiga  tahun. (B-3)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya