PLN Bangun PLTS di Indonesia Timur

Nuriman Jayabuana
23/10/2015 00:00
 PLN Bangun PLTS di Indonesia Timur
(Antara)
PT PLN Persero menandatangani perjanjian nota kesepahaman dengan perusahaan energi PT Quantum Energi Indonesia untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). PLTS tersebut akan dibangun di kawasan Indonesia Timur, antara lain Lombok, Gorontalo, dan Maluku

"Kami berkomitmen memberikan dukungan penyediaan renewable energy dengan membangun PLTS di Indonesia. Kami melihat Presiden Jokowi punya keseriusan di program 35 ribu megawatt, kami komit untuk berkontribusi," ujar Presiden Direktur Quantum Energy Indonesia Simon G. Bell di kantor pusat PLN, Jakarta, Jumat (23/10).

Simon mengatakan kapasitas pembangkit yang akan dibangun di kawasan timur Indonesia tersebut mencapai 100 megawatt. Untuk tahap awal, Quantum akan terlebih dahulu melakukan studi kelayakan untuk menentukan lokasi yang paling tepat berdasarkan tingkat kestabilan pembangkit 100 megawatt di masing masing wilayah. “Investasi tahap awal ini kami siapkan US$250 juta," ujar dia.

Dia mengakui pengerjaan proyek PLTS di Indonesia merupakan yang pertama kalinya dilakukan yang dilakukan Quantum di di Indonesia. Kendati demikian, dia optimistis pengerjaan proyek akan berjalan mulus, sehingga memungkinkan pihaknya mengembangkan investasi PLTS di Indonesia Timur.

"Kami berkomitmen membangun PLTS sampai berkapasitas 500 megawatt, tapi kelanjutannya nanti sangat bergantung kepada PLN," ujar dia.

Menurut Simon, pengerjaan PLTS akan berjalan dalam beberapa bulan ke depan. “Kita masih memilih lokasi, pada tahap pertama kita siap membangun sampai 100 mw di beberapa lokasi. Tahap konstruksi pada Q1 2016 sudah bisa jalan, dan dari sisi teknis kami sudah siap,” ujar dia.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati mengatakan nota kesepahaman PLN dengan Quantum merupakan bentuk komitmen untuk pembangunan energi berkelanjutan, khususnya di Indonesia Timur. “Di negara lain PLTS menjadi tumpuan pemenuhan kebutuhan listrik di daerah-daerah remote. Ini yang sedang kita kaji, sehingga kemudian ini menjadi sangat penting,” ujar dia.

Menurut Nicke, pembangnan PLTS memang terbilang sulit untuk dihubungkan dan dimasukan ke dalam konsep sistem interkonektivitas ketenagalistrikan nasional. Tapi, pembangunan pembangkit yang mengandalkan energi matahari tersebut dipercaya dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di pelosok secara efektif. “Ini juga sedang kita kaji apakah hanya akan microbridge saja atau bisa masuk ke jaringan kita, karena kapasitas PLTS kecil kecil,” ujar dia.

Nicke juga mengakui PLN masih melakukan proses tender untuk penambahan pembangunan pembangkit lainnya dengan sejumlah kontraktor swasta (independent power producer/IPP) . “Kami terus berkoordinasi dengan wapres, dalam perjalanannya pemerintah terus memberi support kepada kami dengan terus dengan mempermudah perizinan.” (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya