Revaluasi Aset BUMN segera Tuntas

Wibowo
23/10/2015 00:00
Revaluasi Aset BUMN segera Tuntas
(Antara)
PEMERINTAH melalui kementerian sedang mengkaji badan usaha milik negara (BUMN) yang akan melaksanakan revaluasi aset. Setelah dirilisnya Paket Kebijakan Ekonomi V yang meringankan pajak bagi perusahaan yang melakukan revaluasi aset.

"Ini sedang kita me-list, dalam waktu satu bulan ini, kita akan menyelesaikan BUMN yang melakukan revaluasi aset," kata Menteri BUMN Rini M Soemarno di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kementerian akan memutuskan 119 BUMN yang melaksanakan revaluasi aset. Akan tetapi sektor energi dan pangan diprioritaskan.

PT Perusahaan Listrik Negara (persero) adalah BUMN energi yang diprioritaskan untuk melakukan revaluasi. Serta Perusahaan Umum (Perum) Bulog.

Rini menuturkan Bulog yang memiliki aset akan dilaksanakan revaluasi aset yang bertujuan ruang untuk perusahaan mengembangkan usaha mereka. "Itu yang kita utamakan," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengungkapkan perseroan berencana melaksanakan revaluasi aset setelah pemerintah merilis Paket Kebijakan Ekonomi V yang meringankan pajak bagi perusahaan yang melakukan revaluasi aset.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah menyetujui rencana PLN untuk melaksanakan revaluasi aset.

Ia menambahkan PLN akan menyelesaikan proses untuk revaluasi aset tahun ini. Sementara pelaksanaanya pada tahun 2016.

Pembayaran pajak dari revaluasi aset diusulkan konversi penyertaan modal negara (PMN) non cash. "Kantong kiri kantong kanan," katanya.

Sofyan memperkirakan pajak yang dibayarkan sekitar Rp2 triliun.

Direktur Utama PT Pos Indonesia Poernomo (persero) mengaku keringanan pajak bagi perusahaan yang melakukan revaluasi aset masih memberatkan keuangan perseroan. Pasalnya BUMN tetap harus mengeluarkan biaya.

Pos Indonesia mengusulkan pajak yang direvaluasi aset dikonversi menjadi PMN non cash untuk tahun 2016. Rencana itu sudah disampaikan ke Kementerian BUMN sebagai pemegang saham perseroan.

Ia memproyeksikan aset Pos Indonesia meningkat menjadi Rp20 triliun setelah dilakukan revaluasi aset. Saat ini aset perseroan sekitar Rp7 triliun. "Pajaknya bisa mencapai ratusan miliar," tambahnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya