Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,3 Persen
Nuriman Jayabuana
22/10/2015 00:00
(Dok Istimewa)
Bank Dunia merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun mendatang menjadi 5,3 persen, atau sejalan dengan asumsi makro dalam APBN 2016. Sementara, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diperkirakan berada di posisi 4,7 persen.
"Kami melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2015 mampu mencapai 4,7 persen. Ekspektasi kami pada 2016 bisa mencapai 5,3 persen," ujar Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop saat pemaparan di Jakarta, Kamis (22/10).
Bank Dunia mengampresiasi langkah pemerintah yang mengeluarkan banyak paket kebijakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi makro nasional. Beberapa paket kebijakan seperti pemotongan tahapan perizinan ekspor impor dan kebijakan formula pengupahan juga sangat dinanti. Ndiame mengatakan kepastian kenaikan upah membuat pellaku usah keluar dari ketidakpastian.
Proyeksi pertumbuhan Indonesia yang diumumkan Bank Dunia tersebut merupakan hasil penghitungan atas berbagai faktor, seperti resiko kenaikan suku bunga bank sentral AS, perlambatan Tiongkok, pelemahan rupiah, dan El Nino yang berkepanjangan.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chavez bahkan mengungkapkan dampak El Nino bisa melambungkan harga beras hingga 10 persen untuk tahun ini. Selain itu, hal itu juga diprediksi akan berkontirbusi meningkatkan inflasi (CPI/consumer price index) sebesar 0,3 hingga 0,6 persen. Sehingga berdasar proyeksi Bank Dunia inflasi tahunan akan mencapai 6,8 persen.
"Rumah tangga miskin menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk makanan dan akan merasa dampak yang lebih besar dari naiknya harga-harga barang ini," ujar Chavez.
Kendati demikian, inflasi tahunan untuk 2016 diprediksi membaik dengan merangkak ke posisi 5,5 persen. Selain itu, deficit ttransaksi berjalan atau current account deficit berada di kisaran 2 persen dari PDB (pertumbuhan domestik bruto) sepanjang tahun ini. Untuk tahun mendatang, deficit transaksi berjalan diperkirakan mencapai 2,6 persen dari PDB. (Q-1)