Realisasi Investasi Kuartal III Tumbuh tapi Melambat

Anastasia Arvirianty
22/10/2015 00:00
 Realisasi Investasi Kuartal III Tumbuh tapi Melambat
(MI/usman Iskandar)
Pada kuartal III 2015, realisasi investasi tercatat sebesar Rp140,3 triliun atau tumbuh 17% dibandingkan periode yang sama 2014, yang sebesar Rp119,3 triliun, dengan pertumbuhan 19%. Sehingga, meski secara nominal bertumbuh tapi tergolong melambat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, penyebabnya tak lain adalah perlambatan ekonomi yang memang tengah melanda dunia.

"Namun, jika dilihat dari Januari sampai September 2015, realisasi investasi sudah mencapai Rp400 triliun atau 77% dari target 2015 yang sebesar Rp519,5 triliun. Ini merupakan hal yang patut disyukuri," ujarnya ketika ditemui saat acara konferensi pers di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (22/10).

Dia menambahkan, capaian positif realisasi investasi yang telah berlangsung sampai saat ini memberikan optimisme prospek investasi Indonesia yang masih baik ke depannya, terlebih dengan berbagai paket kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah untuk memberi kemudahan pada investor.

"Pada Senin (26/10) mendatang, layanan izin investasi tiga jam dan ditambah dengan layanan booking tanah tiga jam sudah siap dimulai."

Selain itu, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis memaparkan, untuk realisasi investasi kategori PMDN pada kuartal III ini juga mengalami peningkatan 16,4% sebesar Rp133,2 triliun, dan realisasi investasi PMA yang naik 16,9% atau Rp266,8 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Dengan realisasi investasi yang positif, sepanjang Januari sampai September 2015 tenaga kerja yang berhasil diserap sebesar 1,05 juta orang, naik 10,4% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tutur Azhar.

Industri padat karya


Meski realisasi investasi secara keseluruhan masih bertumbuh, hal yang sama tidak didapatkan pada realisasi investasi di sektor industri padat karya, yang secara total masih turun perkembangannya sebesar 13,4% sampai periode saat ini.

"Penyebabnya masih kita kaji dan bandingkan dengan tahun lalu," ujar Franky.

Untuk mengatasi hal tersebut, dirinya mengatakan akan memberi insentif tax allowance untuk industri padat karya yang ada di Pulau Jawa, karena selama ini aturan mengatakan insentif pajak tersebut hanya diberikan untuk industri yang ada di luar Pulau Jawa saja.

"Tahun ini akan kita ajukan proposalnya ke Kementerian Keuangan, jika dikabulkan tentu akan ada revisi lagi untuk PP 18/2015 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Tertentu atau di Daerah-Derah Tertentu," tutur Franky. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya