KOMISI VII DPR RI menilai program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak terlihat pada tahun ini. Padahal, dalam anggaran pada rencana kegiatan dan angaran kementerian/lembaga (RKAKL) Kementerian ESDM 2015, anggaran untuk program tersebut mencapai Rp2,1 triliun. Anggaan itu untuk membangun 22 SPBG sebesar Rp1,912 triliun dan penyediaan lahan untuk mini LNG/LNG stastion sebesar Rp204 miliar.
Anggota Komisi VII Ramson Siagian menilai belum ada sama sekali realisasi konversi BBM ke BBG yang terlihat. "Dari 100 program Jokowi, konversi BBM ke BBG sampai hari ini 0," cetus Ramson saat rapat kerja dengan Kementerian ESDM di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (19/10).
Karena itu, dia menilai tidak perlu anggaran untuk konversi BBM ke BBG ditambahkan pada RKAKL Kementerian ESDM 2016. Anggaran untuk konversi BBM ke BBG pada tahun depan sudah disepakati sebesar Rp409,8 miliar atau dipangkas sekitar 80%.
Senada, Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika juga tidak melihat perkembangan dari pemanfaatan gas. "Progresnya ga ada," tandasnya.
Selain itu, Kardaya juga melihat penyerapan anggaran Ditjen Migas hingga September lalu sangatlah kecil, yakni hanya 8% dari Rp3,8 triliun. Karena realisasi pembangunan SPBG tidak terlihat menurut Kardaya, maka program pembangunan SPBG pada tahun depan pun dipangkas dari 7 unit menjadi 2 unit di Bekasi.
"Percuma kalau dikasih gede, tapi yang direalisasikan cuma kecil. Kita memanfaatkan supaya ga tersandera anggaran," tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan realisasi konversi BBM ke BBG tidak terlihat lantaran belum adanya pembagian konverter kit, baik untuk nelayan dan kendaraan. Hal itu, klaim dia, terkendala belum adanya regulasi untuk melaksanakan program tersebut.
"Mungkin distribusi konverter kit ya. Pepresnya kan belum keluar. Kalau SPBG kan sekarang sudah 43 unit, tapi konverter kit untuk kendaraan belum karena itu masih domain Kementerian Perindustrian. Revisi Pepresnya masih belum," terangnya.
Pun, ia mengakui program-program konversi BBM ke BBG pada tahun depan memang banyak yang dipangkas. Pemangkasan itu telah disepakati dalam rapat dengan Komisi VII pada 11-12 Oktober lalu di Bogor.
Pengajuan dari Kementerian ESDM, SPBG yang ingin dibangun sebanyak 9 unit, konverter kit untuk nelayan sebanyak 11 ribu unit, konverter kit untuk transportasi sebanyak 3.250 unit, dan konstruksi LNG station. Namun, yang disepakati oleh Komisi VII, antara lain 2 unit SPBG, 5 ribu unit konverter kit untuk nelayan, dan 1.000 konverter kit untuk kendaraan.
Menurutnya, dengan pemangkasan anggaran tersebut, road map gas dan road map konversi BBM ke BBG dipastikan akan berubah. "Tentu. Sudah kita sampaikan juga kepada Komisi VII. Kalau dikurangi, road map BBM-BBG, road map gas, semua akan berubah," paparnya. (Q-1)