Jasa Marga Bantah Ada Pembobolan Uang Tol

Iqbal Musyaffa
16/10/2015 00:00
 Jasa Marga Bantah Ada Pembobolan Uang Tol
(ANTARA/Lucky.R)
PT Jasa Marga Tbk membantah adanya sinyalemen bahwa ada mafia pembobol uang hasil pengumpulan tol di BUMN yang berlangsung hingga saat ini dengan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

“Tidak ada mafia pembobol uang tol di Jasa Marga karena kami memiliki sistim kontrol yang ketat dan berlapis,” ujar AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Tbk, Wasta Gunadi dalam siaran pers, Kamis (15/10).

Penegasan tersebut terkait dengan pemberitaan yang menyebutkan bahwa pengumpulan uang tol Jasa Marga dibobol puluhan miliar rupiah oleh mafia sehingga menyebabkan kinerja perseroan menurun.

Menurut Wasta, perseroan punya mekanisme pengawasan terbuka dan tertutup dalam hal sistem pengumpulan tol sehingga bila ada hal yang mencurigakan, selalu ada tim yang turun ke lapangan untuk melakukan cek ulang dan silang.

“Setiap tiga bulan kami rapat, khususnya bagian Internal Audit bila ada kecurigaan penurunan pemasukan di ruas tol tertentu,” jelasnya.

Wasta menyebutkan ada tim yang diturunkan untuk melakukan pengecekan volume lalu lintas transaksi pada ruas tol yang diduga mengalami penurunan pemasukan dari kondisi rata-rata harian, mingguan hingga bulanan.

Dengan sistem pengawasan yang berlapis tersebut, Wasta menyatakan bahwa sistem tersebut dapat mendeteksi jika terjadi upaya-upaya pembobolan uang di tol.

Dia memberikan contoh, sistem tersebut bisa mendeteksi beberapa kejadian seperti misalnya di Cabang Purbaleunyi beberapa tahun lalu dan prosesnya sudah tuntas.

“Artinya, sistem pengawasan telah berjalan dan sudah ada proses hukum terhadap mereka yang terlibat. Kami juga siap memberikan klarifikasi kepada siapa pun mengenai masalah ini. Kami terbuka,” katanya.

Wasta juga menegaskan bahwa sistem pengawasan pengumpulan tol di Jasa Marga sangat ketat dan dapat dibuktikan bahwa pendapatan tol dan volume lalu lintas transaksi terus meningkat. “Misalnya pendapatan tol Semester I 2015 sebesar Rp 3,41 triliun meningkat 7,4% dari periode yang sama 2014 sebesar Rp 3,17 triliun.”

Hal itu didukung oleh peningkatan volume lalu lintas transaksi sebesar 4,3% atau sebanyak 666,7 juta kendaraan pada Semester I tahun 2015 dibandingkan dengan periode yang sama 2014 sebesar 639,3 juta kendaraan.

“Khususnya mengenai penurunan laba bersih, hal ini merupakan konsekuensi dari ekspansi pembangunan jalan tol baru yang dilakukan Jasa Marga karena hal itu meningkatkan beban usaha serta beban bunga sehingga memberi tekanan kepada laba bersih,” tambah Wasta.

Pertimbangkan somasi


Pada bagian lain, Wasta menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan upaya hukum berupa somasi kepada salah satu harian terbitan Jakarta yang memberitakan dugaan pembobolan pengumpulan uang tol perseroan.

“Berita itu sangat tendensius dan tanpa konfirmasi dari kami sehingga kami anggap ada dugaan pelanggaran hukum di sini karena penyajian beritanya tidak berimbang. Pesan komisaris juga meminta kami mengumpulkan data-data terkait.” (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya