Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat AAA kepada PT Bank Mandiri (Persero) dengan prospek stabil. Hal itu merupakan hasil review Pefindo untuk periode 1 Oktober 2015-1 Oktober 2016.
Pefindo menilai emiten dengan kode BMRI tersebut memiliki kemampuan memadai dalam aspek permodalannya. “Kita melihat adanya dukungan yang kuat dari pemegang saham yaitu pemerintah indonesia. Terlihat dengan adanya capital injection (suntikan permodalan)saat seperti ini yang memang diperlukan,†ujar Analis Pefindo Danan Dita di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (13/10).
Berdasarkan hasil pemantauan Pefindo, bank terbesar di Indonesia tersebut memiliki asset total asset Rp914 triliun per Juni 2015. Selain itu, bank pelat merah tersebut juga menyalurkan total pinjaman sebesar Rp552 triliun. Sementara dana pihak ketiga pada bank ini mencapai Rp654 triliun.
Faktor lain yang mendukung kokohnya peringkat bank tersebut karena kekuatan bisnis bank terbesar di indonesia tersebut yang sangat seuperior.
“Kami mencatat mandiri sedikitnya memiliki 1,5 juta account pinjaman dan 14,5 juta account deposan. Dan juga memiliki proyeksi di berbagai segmen pinjaman baik korporasi, komersial, ritel, dan sebagainya,†ujar Danan.
Aspek performa profitabilitas bank yang 60 persen kepemilikannya berada di pemerintah tersebut juga dinilai sangat baik. Hal itu terlihat dari rasio keuntungan bersih (net interest margin/NIM) yang berada di atas rata rata. “Lebih baik daripada rata-rata industri perbankan,†kata Danan.
Hal lain yang menjadi parameter penilaian peringkat merupakan kekuatan profil likuiditas Mandiri. Danan mengatakan profil likuiditas Mandiri menunjukann peningkatan ang signifikan disbanding tahun sebelumnya. “Liquid asset ratio di meningkat 41 persen dibanding tahun sebelumnya. Kebanyakan instrumennya beresiko rendah (low risk),†ujar dia.
Meski demikian, terdapat factor lain yang turut membatasi peringkat Mandiri. Pefindo menilai terdapat tekanan dari kualitas asset. “Hal itu tercermin dari meningkatnya rasio kredit macet,†ujar dia. Rasio kredit macet (non performing loan/NPL) bank tersebut menunjukan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Danan mengatakan NPL Mandiri telah mencapai 2,5 persen pada Juni tahun ini. Sedangkan pada Juni 2014 rasio kredit macet masih berada di kisaran 2,2 persen. “Dan tahun-tahun sebelumnya di bawah 2 persen. Tapi kami masih memberikan proyeksi stabil,†ujar dia. (Q-1)