Pemerintah Serahkan Pembangunan SPBG ke Swasta

Jessica Restiana Sihite
08/10/2015 00:00
 Pemerintah Serahkan Pembangunan SPBG ke Swasta
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengurangi anggaran untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Pengurangan anggaran itu tercatat dalam RAPBN 2016.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan pengurangan itu karena pihaknya akan membuka peluang kepada swasta untuk membangun SPBG. "Kita harapkan yang bangun mulai tahun depan, swasta yang masuk," ucap Wiratmaja dalam konfrensi pers di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (8/10).

Wiratmaja menjelaskan pengurangan anggaran tersebut dari Rp1,4 triliun pada APBN-P 2015 menjadi sekitar Rp800 miliar pada RAPBN 2016. Artinya, anggaran untuk membangun SPBG berkurang sebesar 42%. Sementara dalam rencana pembangunannya, pada tahun depan, SPBG yang akan dibangun sebanyak 30 unit.

Guru Besar Institut Teknik Bandung (ITB) itu berkilah meski anggaran untuk membangun SPBG dikurangi, anggaran pengadaan konverter kit untuk transportasi akan mulai dimasukan pada RAPBN 2016.

Dimasukannya anggaran untuk konverter kit juga, kata dia, seiring dengan revisi Peraturan Presiden No 64/2012 tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga bahan bakar gas (BBG). Ketika revisi regulasi itu kelar, pengadaan konverter kit akan dialihkan dari Kementerian Perindustrian ke Kementerian ESDM.

"Begitu Pepres terbit, kita bisa bagikan konverter kit," ujar Wiratmaja.

Pun, pihaknya menggadang-gadang akan menaikan margin SPBU. Dalam catatan Media Indonesia, margin SPBG saat ini sebesar Rp200 per liter dan rencananya pemerintah mau menaikan margin tersebut menjadi Rp400-Rp450 per liter. Penaikan margin SPBG, kata Wiratmaja, dilakukan untuk mengundang swasta masuk ke investasi tersebut.

Lebih lanjut, Wiratmaja mencetuskan dari 22 SPBG yang diwacanakan akan dibangun pada tahun ini, hanya 19 yang kemungkinan besar bisa selesai. Masalahnya, lahan untuk 4 lokasi belum tuntas. Sementara 1 lokasi diberikan oleh PT Pertamina (persero).

"Tahun ini rencananya bangun 22 SPBG. 4 lahan belum dapat. 18 sudah. 1 lahan diberikan pertamina. Nah jadi 19 dan masih lelang. Semoga 19 ini bisa kelar tahun ini," pungkasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya