PENCIPTAAN dan pelaksanaan sistem logistik yang efisien harus ditangani
swasta. Karena birokrat tidak dididik melakukan upaya pelayanan sesuai
keinginan dari masyarakat.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan
mengatakan logistik nasional merupakan industri pelayanan atau jasa.
Dengan konsep itu maka swasta berperan penting dalam menciptakan sistem
logistik yang efisien. Sementara Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
mungkin hanya bisa membuat regulasi ataupun membangun infrastruktur.
Pelabuhan
umum sebanyak 1.241 yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia I hingga IV
(persero), pemerintah provinsi (pemprov), dan Kemenhub, katanya, belum
memenuhi kebutuhan ataupun permintaan pelaku usaha. Padahal pembangunan
maupun pengembangan sudah dilaksanakan.
Pembangunan
infrastruktur, menurut Jonan, hanyalah salah satu komponen dari logistik
nasional. "Tapi yang paling penting semangat bahwa sistem logistik
nasional maupun internasional harus dipandang sebagai industri pelayanan
atau jasa," ujarnya dalam sambutan pembukaan Indonesia Transport Supply
Chain & Logistics (ITSCL) 2015 di JIExpo Hall B, Kemayoran,
Jakarta, hari ini.
Untuk mendukung swasta dalam menciptakan
sistem logistik yang efisien, Kemenhub berupaya menekan praktek monopoli
pada jaringan logistik di Indonesia. Caranya melalui membuka kesempatan
bagi swasta untuk mengerjakan proyek infrastruktur di dalam negeri.
Menhub Jonan menambahkan ia akan membantu swasta yang mau menempatkan dana investasi mereka di Indonesia. (Q-1)