Pasar Properti Melemah, Kelas Menengah Disasar

Wisnu AS
06/10/2015 00:00
Pasar Properti Melemah, Kelas Menengah Disasar
(Istimewa)
SEMUA orang sudah tahu bahwa kondisi ekonomi sekarang begitu buruk. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang melemah, inflasi tinggi, industri gulung tikar, dan pemutusan hubungan kerja yang marak menjadi isu yang membayangi negeri ini. Segala bidang usaha terkena dampaknya, tidak terkecuali properti.

Menurut laporan Bank Indonesia, penjualan beragam properti komersial bisa dibilang stagnan di hampir semua daerah di triwulan I dan II 2015. Angka untuk penjualan apartemen di daerah Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi, misalnya, hanya 110.638 unit di dua periode tersebut alias tidak ada peningkatan. Kemandekan ini juga tampak pada penjualan dan sewa perkantoran, ritel, dan hotel di Banten, Bandung, Batam, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Tidak heran sejumlah perusahaan properti tidak memasang target muluk-muluk dibanding tahun lalu. Tengok saja, PT Paramount Land mematok target penjualan senilai Rp3 triliun pada tahun ini yang berarti sama dengan angka tahun lalu. Menurut Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho, hingga kini realisasi penjualan sudah 60% dari target tersebut. Ervan optimistis hingga akhir tahun yang tinggal tiga bulan lagi target penjualan akan tercapai sepenuhnya.   

Karena itu, pihaknya lebih memfokuskan pada pasar riil yakni kelas menengah. "Saya mengakui bahwa keadaan ekonomi sekarang sedang susah. Tapi, saya yakin pasar masih ada meskipun terjadi penurunan. Orang yang mau menikah pasti butuh rumah. Tidak mungkin kan karena kondisi ekonomi begini lalu mereka tidak jadi menikah? Kami menyasar para manajer dengan menyediakan tempat tinggal yang terjangkau," ujar Ervan di Jakarta, Selasa (6/10).

Bidikan pada kelas menengah terlihat dari porsi pembelian properti milik Paramount Land pada tahun lalu yang mencapai 60% dan 40% dari kelas atas. Sekarang porsi kelas menengah ditargetkan membesar hingga 80% dan sisanya kelas atas. Untuk mencapai tujuan ini, perseroan berani menggarap rumah paling kecil dengan luas tanah 4x8 meter persegi dan bangunan dua lantai seluas 36 meter persegi. 

Harga rumah compact atau custom homes itu tentu terjangkau, hanya Rp600 juta. Rumah tersebut ditawarkan di kawasan Amarillo Village Gading Serpong. Rumah didesain sesuai selera dan kebutuhan pribadi dengan tipe terdiri dari L5 (lebar 5 meter) dan L4 (lebar 4 meter). Untuk L5 dengan luas tanah 5x8 meter persegi terdapat tiga pilihan luas bangunan yaitu 45 meter persegi, 53 meter persegi, dan 59 meter persegi. Untuk L4 dengan luas tanah 4x8 meter persegi terdapat dua pilihan luas bangunan yaitu 36 meter persegi dan 41 meter persegi.

Selain itu, strategi Paramount Land untuk mengejar target penjualan ialah meluncurkan Supermarket Properti (SuperPro) pada hari ini. Acara peluncuran di Senayan City, Jakarta, tersebut dilanjutkan pembukaan outlet SuperPro hingga 11 Oktober. Ibarat supermarket sekitar 4.000-an unit ditawarkan, mulai dari rumah ekstrabesar, golf estate, compact regular homes, regular homes, town house, kondominium, apartemen, ruko, ruko strata soho, ruang kantor, mixed use, hingga retail commercia. 

Ervan berharap 70% penjualan dari sisa target tahun ini bakal dipasok lewat SuperPro. Sampai sekarang sudah ada 60 outlet SuperPro di Jabodetabek dan 10 di Semarang yang siap melayani kebutuhan konsumen. Pembukaan oulet di kota lain seperti Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Manado, dan Medan segera menyusul.

Keunggulan SuperPro ialah memberikan kemudahan konsumen sehingga tidak perlu datang ke daerah lain bila ingin membeli properti. Managing Director Paramount Land Andreas Nawawi menjamin bahwa setiap outlet memiliki sistem informasi yang canggih sehingga bisa memberikan semua yang ingin diketahui konsumen secara detail terkait properti yang diminati. SuperPro juga memberikan keleluasaan bagi konsumen dalam memilih produk properti yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya