Komite Eksplorasi Nasional mengklaim telah mengidentifikasikan potensi penambahan cadangan minyak dan gas (migas) nasional. Komite yang dibentuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said itu menyatakan cadangan potensial migas Indonesia bertambah 5,2 miliar barel setara minyak. Rinciannya potensi penambahannya, cadangan minyak bertambah 2,7 miliar barel dan cadangan gas bertambah 14 triliun kaki kubik (TCF).
Ketua Komite Eksplorasi Nasional Andang Bachtiar mengatakan penambahan cadangan potensial migas tersebut berasal dari sumur-sumur penemuan migas yang sudah terbukti lewat tes berisi migas. Namun, penambahan itu belum dijadikan tingkatan sebagai cadangan nasional.
"Komite telah melakukan pertemuan dengan KKKS (kontraktor kontrak kerja sama) yang memiliki sumur-sumur tersebut untuk memulai pendataan masalah-masalah yang menghambat realisasinya menjadi cadangan nasional," kata Andang melalui siaran persnya, Selasa (6/10).
Data dari Kementerian ESDM, cadangan terbukti minyak bumi nasional saat ini sebesar 3,74 miliar barel, sedangkan cadangan potensial minyak nasional sebesar 4,4 miliar barel. Sementara cadangan terbukti gas bumi nasional sebesar 100,16 TCF dan cadangan potensial gasnya sebesar 49,04 TCF.
Di samping data cadangan itu, Andang juga menyatakan masih ada indikasi potensi migas lebih dari sumur-sumur KKKS. Besaran cadangan potensial migas yang diindikasikan ada sebesar 16,6 miliar barel setara minyak. Namun, kegiatan eksplorasi yang sudah dilakukan para KKKS di sumur-sumur berpotensi tersebut belum dites karena beberapa masalah, sehingga masih berupa indikasi potensi.
"Sampai saat ini sumur tersebut belum jadi prioritas KKKS yang bersangkutan untuk dieksplorasi lebih lanjut karena berbagai masalah. Kalau dalam 1 tahun - 4 tahun ke depan masalah-masalah itu bisa diatasi, cadangan baru bisa ditemukan," paparnya. (Q-1)