Pagu pembiayaan dari Asia Development Bank (ADB) Urusan Pengelolaan Pengetahuan dan Pembangunan Berkelanjutan (Vice President for Knowledge Management and Sustainable Development) sebesar Rp31,17 triliun (US$2,2) miliar di tahun 2016, naik 57,14% dibandingkan tahun ini US$1,4 miliar.
Wakil Presiden Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono mengatakan pembiayaan akan dialokasikan untuk sektor energi, reformasi di bidang ekonomi, finansial, edukasi (pendidikan), dan penyiapan proyek, khususnya proyek infrastruktur.
Untuk pembiayaan pada proyek infrastruktur, ADB menggunakan dua pendekatan, yakni bantuan teknis dan skema kerja sama pemerintah-swasta (<>public private partnership<>/PPP).
Khusus skema PPP, kata Bambang, ADB bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (persero) untuk menyiapkan proyek. Dengan dua pendekatan tersebut diharapkan bisa membantu pemerintah untuk mengakselerasi atau mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur.
Ia menambahkan ADB memberikan tiga jenis bantuan untuk Indonesia. Pertama project lending yang sifatnya pembiayaan proyek. Lalu yang kedua adalah program lending merupakan bantuan di bidang reformasi ekonomi dan finansial yang dinilai mendukung perekonomian dan pembangunan Indonesia. Ketiga adalah result based lending itu untuk menambah kecepatan dari pembangunan.
"ADB membiayai pembangunan infrastruktur yang sudah diselesaikan pemerintah," katanya di Jakarta, hari ini. (Q-1)