Industri Asuransi Jiwa Bukukan Kinerja Positif

Anastasia Arvirianty
03/9/2015 00:00
 Industri Asuransi Jiwa Bukukan Kinerja Positif
(ANTARA FOTO/HO)
Meski di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tidak memengaruhi pertumbuhan industri tersebut, yang cukup cepat dan membukukan kinerja positif pada kuartal II 2015, dengan peningkatan premi sebesar 26,6% menjadi Rp67,82 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim kepada media, ketika ditemui seusai melakukan konferensi pers, di Jakarta, Kamis (3/9).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, peningkatan total pendapatan premi tersebut didorong oleh pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 28,2% atau sebesar Rp39,19 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp30,57 triliun pada periode yang sama 2014.

Premi lanjutan juga menjadi pendorong pertumbuhan total premi, di mana mengalami peningkatan sebesar 24,4% menjadi Rp28,63 dari yang sebelumnya sebesar Rp23,01 triliun pada 2014. "Peningkatan premi ini menunjukkan, meski ekonomi sedang melemah, tapi masyarakat masih memberikan kepercayaan pada industri asuransi jiwa," ujar Hendrisman.

"Ini juga berarti semakin banyak masyarakat yang memahami sifat jangka panjang perlindungan asuransi jiwa, sehingga mereka berkomitmen untuk terus mempertahankan kepemilikan polis mereka."

Namun, meski pendapatan premi meningkat, jika ditotal secara keseluruhan, pendapatan industri asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 8,7% menjadi Rp69,97 triliun dari yang sebelumnya Rp76,60 triliun. Penurunan pendapatan ini disebabkan menurunnya hasil investasi yang masuk dalam asuransi.

"Hasil investasi memang ada penurunan cukup ke angka Rp710 miliar, dari Rp20,78 triliun pada periode yang sama di 2014. Tidak bisa dipungkiri melambatnya pertumbuhan ekonomi antara lain terlihat dari gejolak di pasar modal yang secara tidak langsung membawa pengaruh terhadap industri asuransi jiwa di Indonesia," papar Hendrisman.

Direktur Komunikasi dan Public Affairs AAJI Christina W Setyabudhi mengatakan, jika dilihat dari hasil investasi memang menurun, namun secara kuantitas, jumlah investasi asuransi yang masuk mengalami peningkatan signifikan, sebesar 21% dari Rp264,9 triliun pada periode yang sama 2014, menjadi Rp320,51 triliun pada kuartal II 2015.

"Iklim investasi yang menurun juga turut serta menurunkan hasil investasi industri, namun secara jumlah, investasi masih meningkat. Asuransi mikro juga bertumbuh, namun lambat, tapi nasabahnya selalu meningkat," pungkas Christina.

Selain itu, sampai pada kuartal II 2015 ini, total klaim yang sudah dibayarkan oleh industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp43,16 triliun atau meningkat 31,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,80 triliun. "Kami menargetkan industri asuransi jiwa sampai akhir tahun ini akan bertumbuh di kisaran 20%-30%," tutur Hendrisman. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya