Proyek transportasi kereta api cepat rute Jakarta-Bandung butuh kajian mendalam. Pengamat transportasi Suroyo Alimoeso mengatakan kereta api cepat rute Jakarta-Bandung sepanjang 180 km belum mendesak. Hal itu disebabkan jalur itu sudah tersedia sejumlah akses transportasi. Seperti jalan tol yang bisa dilalui kendaraan roda empat maupun kereta api (KA) untuk mengangkut penumpang. "Okupansi kereta api Jakarta-Bandung sepi," ujarnya ketika dihubungi, Jakarta, hari ini.
Menurutnya, kereta api cepat memang memiliki keunggulan waktu tempuh dibandingkan kereta api yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (persero). Akan tetapi investasi proyek kereta api cepat akan berasal dari dari Tiongkok atau Jepang. Ini akan berimplikasi pada tarif perjalanan yang dibayarkan pengguna jasa moda transportasi tersebut.
Suroyo yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan pengembangan jalan tol untuk rute Jakarta-Bandung dibandingkan proyek kereta api cepat yang hanya difokuskan mengangkut penumpang. Solusi itu juga dianggap belum mampu menggerakkan perekonomian. (Q-1)