Petani kedelai semakin tertekan karena harga kedelai yang terus merosot. Penurunan harga tersebut karena petani malas menanam kedelai akibat dari membanjirnya kedelai impor.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/8).
“Saat ini harga kedelai lokal Rp4000-Rp5000/kg. Karena harganya jelek, petani malas tanam. Impornya juga banyak,†ujarnya.
Sebelumnya, harga kedelai sekitar Rp6000/kg. Sementara harga pembelian pemerintah (HPP) kedelai sebesar Rp8400/kg. Hasil mengakui, HPP tersebut tidak berlaku di lapangan karena minimnya penyerapan kedelai lokal.
Apabila petani malas menanam kedelai,maka akan mengganggu dan merusak pola tanam. “Jadi impor ini harus kita seimbangkan.â€
Dalam angka ramalan I, produksi kedelai diperkirakan sebesar 969 ribu ton. Sementara kebutuhan nasional sebesal 2,2 juta ton dengan sisa kebutuhan dipenuhi dari impor. “Sebenarnya petani siap untuk meningkatkan produksi kedelai. Tetapi malas menanam karena harganya jelek.â€
Pemerintah sedang berupaya mendorong penyerapan produksi kedelai dalam negeri. Menurutnya, kementerian perdagangan sudah rapat untuk memberikan penugasan kepada Bulog untuk menyerap kedelai.
“Harus diatur berapa impor yang masuk, dan berapa kedelai lokal yang diserap. Inpres penyerapannya sudah ada di Inpres nomor 71. Nanti Bulog dapat menyerap dengan harga berapapun yang ditentukan kemudian.â€(Q-1)