Pemerintah berencana menerbitan Surat Utang Negara dalam mata uang Renminbi Tiongkok.
Direktur SUN Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Loto Srianita mengungkapkan rencana itu masih dalam kajian.
"Jadi kita kaji dulu intsrumen lalu kami kaji marketnya nanti kami seperti kata Dirjen tadi kami komunikasi ke middle office, apakah dari sisi pengelolaan portfolio masih sesuai maka itu bisa dipertimbangkan," ungkapnya dalam bincamg bersama media di Ruang Pers Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/8).
Jika memang peluang masih ada maka Kementerian Keuangan siap melakukan.
Alasan pemerintah menggulirkan kajian penerbitan SUN Renminbi melihat ada potensi pasar. Biasanya Kementerian Keuangan akan diversifikasi instrumen pembiayaan tapi dengan potensi market bisa menjadi alternatif sumber pembiayaan.
"Biar enggak tergantung kalau instrumen ini tertutup bisa ke instrumen ini kalau instrumen ini mahal kita bisa ke sini," imbuhnya.
Loto mengaku mendapat masukan dengan melihat pasar Tiongkok yang besar dan simpanan besar bisa menimbulkan taping menarik pendanaan dari sana.
Diapun mengaku belum mengetahui lebih waktu penerbitan. Direktur Jenderal PPR Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan memperkirakan penerbitan SUN Renminbi bisa dilakukan di tahun depan.
"Tahun depan juga kayaknya sih karena pertumbuhan ekonominya (Tiongkok) melemah banget," sahut Robert.
Untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi dari yang diproyeksikan maka pertumbuhan ekonomi 2016 jelas turun.
Dia berharap tren ke depan pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan naik namun diprediksi kenaikan masih lebih rendah ketimbang tahun ini. Kementerian Keuangan masih akan tetap berhati-hati dan memantau terus kondisi pasar keuangan pada 2016 nanti. (Q-1)