Lestarikan Desain Nusantara akan Genjot Kunjungan Wisatawan ke Indonesia
Syarief Oebaidillah
22/8/2015 00:00
(Dok. PROPAN RAYA)
LANGKAH mengembangkan dan melestarikan desain Arsitektur Nusantara perlu dipertahankan guna menjadi daya tarik bagi wisatawan berkunjung di Indonesia.
"Kaitan antara arsitektur dengan pariwisata memang tidak langsung tetapi amat berperan dalam memberi nilai tambah.Seperti estetika desain dan kualitas dari hotel, resor, museum, galeri dan bangunan lainnya adalah faktor penting yang mempengaruhi wisatawan berkunjung ke Indonesia," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya pada acara Malam Arsitektur Nusantara 3 di gedung JCC , Jumat, (21/8).
Hemat dia, ide kreatif para arsitek penting guna memberikan kontribusi nilai tambah seperti cara merancang ikon desain yang mampu mengikuti tuntutan modern, namun tidak meninggalkan keunikan dan kearifan lokal budaya setempat.
Menurut Arief, Kementerian Pariwisata ditargetkan mampu menggaet turis asing sebanyak 20 juta hingga 2019, "Jadi sektor pariwisata harus digenjot dan mesti tumbuh rata-rata 16 persen per tahun," tandasnya.
Dukungan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dalam menggenjot pembangunan pariwisata antara lain mewujudkan pertumbuhan market share arsitektur menjadi 4 persen di tahun 2019, mendorong ditetapkannya ciri atau identitas arsitektur nusantara, memfasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) secara online dan mengajak pengusaha lokal (stakeholder) sebagai lokomotif pengembangan bisnis disain dan arsitektur nusantara.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Propan Raya Hendra Adidarma mengatakan perusahaannya menyesuaikan dengan produk produk yang di desain dengan iklim tropis.Pihaknya berkomitmen mendukung gerakan bangunan hijau dan kepedulian pada arsitektur nusantara.
"Kami mendukung penggiat bangunan hijau dan arsitektur nusantara di tanah air," kata Hendra Adidarma.
Hal senada diungkapkan Managing Direktur PT Propan Raya Kris Adidarma bahwa warisan budaya dan teknologi yang sudah ada apabila dikembangkan dengan inovasi dan ide kreatif dapat melahirkan karya arsitektur yang dapat mengangkat Indonesia ketingkat dunia.
Dalam kesempatan itu,Ketua Panitia Sayembara Desain Arsitektur Nusantara, Yuwono Imanto mengemukakan pihaknya meluncurkan tema "Desain Bandar Udara Nusantara" bekerja sama dengan Kemenhub, Kemenpar.
Salah satu objek yang dibidik untuk sayembara Desain Bandara Udara Nusantara adalah Bandar Udara Mali di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Rencananya, desain bandara tersebut akan diimplementasikan dalam waktu 2-5 tahun ke depan. (Q-1)