Tiongkok Janjikan Komponen Lokal KA Cepat 60%

Windy Dyah Indriantari
21/8/2015 00:00
 Tiongkok Janjikan Komponen Lokal KA Cepat 60%
(ANTARA/Rivan Awal Lingga)
TIONGKOK memastikan akan memakai komponen lokal dengan porsi 60% untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Kepemilikan perusahaan patungan yang dibentuk dengan mitra lokal pun akan mengikuti pembagian serupa, yakni 60% untuk Indonesia.

Chief engineer China Railway Corp He Huawu, di markas China Railway, Beijing, Tiongkok, Jumat (21/8).

Menurut He, banyak material komponen proyek kereta cepat yang tersedia di Indonesia, seperti semen, baja, perlengkapan komunikasi, hingga komponen persinyalan. Pihaknya pun siap memagangkan tenaga-tenaga ahli Indonesia di pusat produksi kereta cepat Tiongkok. Dengan demikian, proses transfer teknologi dapat berlangsung lebih cepat.

"Kami berharap terwujud kerja sama jangka panjang, bukan hanya untum proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Secara bertahap, suku cadang kereta cepat juga bisa diproduksi di Indonesia, bahkan keretanya," ujar He.

Sejauh ini belum ada penjajakan dengan mitra lokal. Pihaknya masih menunggu persetujuan pemerintah Indonesia untuk menangani proyek. Namun, He mengatakan BUMN seperti PT KAI, INKA, maupun LEN sangat potensial untuk digandeng. "Penyatuan set kereta bisa dilakukan di pabrik INKA," ujar He.

Saat ini bukan hanya Tiongkok yang menyatakan siap membangun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Jepang yang terkenal dengan kereta cepat Shinkansen pun meminatinya.

Tiongkok menawarkan pendanaan yang mencapai 75% dari nilai proyek yang diperkirakan membutuhkan investasi Rp71 triliun tersebut. Lembaga keuangan Tiongkok siap memberikan pinjaman lunak jangka panjang.

Sebanyak 25% sisanya akan ditanggung mitra lokal bersama China Railway sesuai porsi kepemilikan saham. Itu berarti mitra lokal menanggung 60%-nya.

Deputi Direktur Jenderal Departemen Kerja Sama Internasional Komisi Reformasi dan Pembangunan Tiongkok Xuedong Li berharap pemerintah Indonesia menyetujui kerja sama kedua belah pihak.

"Ke depan, bukan hanya Jakarta-Bandung, untuk wilayah-wilayah lain pun kami siap bangun. Kami ingin ekonomi Indonesia bisa maju pesat dengan kehadiran kereta cepat," ujar Li.

China Railway saat ini mengoperasikan kereta cepat dengan total rute 120 ribu kilometer, terpanjang di dunia. Dengan kecepatan rata-rata di atas 300 km/jam, jarak Jakarta-Bandung dapat ditempuh kurang dari setengah jam. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya