DPR Sayangkan Rendahnya Target Lifting Tahun Depan
Nuriman Jayabuana
20/8/2015 00:00
(ANTARA/Wahyu Putro A)
Dewan Perwakilan Rakyat menyayangkan proyeksi pemerintah dalam mematok target produksi (lifting) minyak dan gas bumi. Sebagian fraksi melihat pemerintah tak serius dalam mengupayakan peningkatan produksi minyak dan gas bumi.
Dalam RAPBN 2016, pemerintah hanya mematok target produksi minyak 830 ribu barrel per hari, sedangkan gas dipatok 1.155 juta barrel per hari. Juru Bicaara Fraksi PKB Syaiful Islam mengatakan perubahan target lifting migas tersebut tak signifikan dibandingkan dengan APBNP 2015.
“Fraksi PKB menyayangkan sikap pemerintah yang tidak optimis dalam menaikkan produksi migas. Mengingat potensinya masih besar,†kata dia ketika menyampaikan pandangan fraksi terhadap RUU APBN 2016 dan nota keuangan saat sidang paripurna di kompleks parlemen, Kamis (20/8).
Fraksi Nasdem juga menyampaikan hal yang senada . Juru Bicara Fraksi Nasdem Donny Imam Priambodo mengatakan target lifting pemmerintah masih belum sesuai harapan.
“Lifting minyak dan gas yang ditargetkan merupakan angka yang cukup moderat. Seharusnya masih bisa dtingkatkan lagi, Fraksi Nasdem mendorong pemerintah agar lifting minyak tersebut dipastikan dapat tercapai, mengingat 2015 pun belum mampu mencapai target,†kata Donny.
Seperti diketahui, lifting minyak dan gas tahun ini belum mencapai target seperti yang direncanakan dalam APBN-P 2015. Lifting minyak bumi hanya baru mencapai 763 ribu barel per hari, atau memenuhi sekitar 92,6 persen target.
Lifting gas sampai Juni 2015 juga masih memenuhi 96,4 persen target, atau sekitar 6.587 kaki kubik per hari. Secara total, lifting migas paruh pertama 2015 mencapai 1,94 juta barel setara minyak per hari atau 94,8 persen dari target sebanyak 2.045 juta barel setara minyak per hari. (Q-1)