MAGI Incar Asuransi Wisatawan di Luar negeri

Jajang Sumantri
20/8/2015 00:00
 MAGI Incar Asuransi Wisatawan di Luar negeri
(MI/Agus M)
PERUSAHAAN asuransi umum, Mandiri AXA General Insurance (MAGI) makin gencar memperluas customer based dengan menjangkau para wisatawan Indonesia yang senang melakukan perjalanan di luar negeri. Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah wisatawan nasional yang melakukan perjalanan ke luar negeri selama triwulan II-2015 sebanyak 2,05 juta orang atau meningkat dari 2,02 juta orang pada periode yang sama tahun 2014.

“Potensi ini yang mendorong kami mengembangkan produk asuransi perjalanan untuk menjawab kebutuhan mereka,” kata Direktur Utama MAGI, Albertus Wiroyo usai penyerahan klaim kepada Purwono, salah seorang nasabah perjalanan MAGI di Jakarta, Kamis (20/8).

Albertus mengatakan, dengan membeli polis asuransi ketika mengadakan perjalanan, para pemegang polis merasa lebih aman dari berbagai risiko.

“Bapak Purwono misalnya, saat perjalanan ke Seattle Amerika Serikat (AS) mengunjungi putranya yang sedang studi di sana, beliau sempat dirawat karena serangan jantung,” kata Albertus.

Sebagai pemegang polis MAGI, dia berhak mengklaim biaya pengobatannya saat dirawat sebesar US$76.508 atau sekitar Rp1,055 miliar dengan estimasi kurs saat ini Rp 13.800 per dolar AS.

Mandiri AXA General Insurance sendiri sudah membayar klaim senilai 32,3 miliar rupiah pada periode 2012-2014.

Dengan memiliki produk AXA Mandiri Travel, jelas Albertus memungkinkan nasabah mendapatkan proteksi mulai dari biaya pengobatan di luar negeri, kecelakaan diri, keterlambatan penerbangan hingga kehilangan bagasi. Produk tersebut juga memiliki keunggulan karena biaya preminya kompetitif yakni hanya sekitar 150 dollar AS, pembuatan polis mudah dan dapat dilakukan dimana saja, karena dipasarkan secara online serta klaim berlaku di seluruh dunia.

MAGI tambah Albertus akan terus meningkatkan produk AXA Mandiri Travel di Indonesia karena potensinya yang sangat besar dan masih minimnya kesadaran akan pentingnya produk proteksi perjalanan itu. Pada semester I-2015 produk tersebut tumbuh 236 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Memang trend pembelian sendiri sudah meningkat, tetapi selama ini orang membeli karena keharusan atau salah satu syarat yang ditetapkan negara-negara tujuan sebelum memberikan visa,” kata Albertus.

Tambah Anggaran

TripAdvisor belum lama ini menggelar survei akomodasi dan wisatawan terbesar di dunia yang dilaksanakan oleh firma penelitian independen Ipsos. Hasil penelitian itu menganalisa lebih dari 44.000 respon dari wisatawan dan sektor perhotelan di dunia, dengan 594 responden dari Indonesia.

Menurut penelitian itu, hampir setengah atau 46% wisatawan Indonesia akan menaikkan anggaran perjalanan mereka tahun 2015. Dari mereka yang berencana untuk menaikkan anggaran wisata tersebut, hampir 60 persen mengindikasikan bahwa mereka melakukannya karena merasa berlibur adalah sesuatu atau keluarga mereka berhak dapatkan.

Wisatawan Indonesia melaporkan bahwa mereka menghabiskan rata-rata Rp 30,842 juta rupiah untuk berlibur pada tahun 2013, lalu meningkat 4% pada 2014 menjadi Rp32,150 juta.

Penelitian terakhir melaporkan tren yang lebih positif, dengan wisatawan Indonesia berencana untuk menghabiskan rata-rata Rp36 juta untuk wisata 2015, meningkat 12% dibanding tahun sebelumnya.

Wisatawan Indonesia juga berencana untuk melakukan lebih banyak perjalanan ke luar negeri dengan jumlah rata-rata peningkatan sebesar 25% di 2015, melebihi rata-rata dunia 15%.

Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat merupakan tiga negara tujuan wisata impian bagi wisatawan Indonesia dalam 24 bulan mendatang, jika uang tidak menjadi masalah. Hampir tiga dari empat wisatawan Indonesia atau 72% mengatakan, menabung untuk liburan impian dan 54% menunggu sampai mereka punya waktu lebih untuk mengeksplorasi tujuan wisata dengan sempurna.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya