Pertamina Evaluasi Pinjaman Jangka Panjang

RO/X-12
20/8/2015 00:00
Pertamina Evaluasi Pinjaman Jangka Panjang
( Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro-- ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Kondisi kas PT Pertamina (Persero) saat ini dalam kondisi prima, yakni hampir setara US$5 miliar atau sekitar Rp67 triliun, sehingga memungkinkan BUMN ini untuk mengkaji ulang perlu tidaknya korporasi mengajukan pinjaman jangka panjang baru.
 
"Kami review dan profiling, kalau pun membutuhkan pinjaman, berapa besarnya, kapan dibutuhkan, dan untuk rencana-rencana investasi yang mana saja," kata Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, di Jakarta, Selasa (18/8).

Kuatnya kondisi kas, salah satunya karena Pertamina telah melakukan beberapa hal, antara lain terealisasinya pegadaan minyak mentah melalui ISC, penurunan losses, dan efisiensi. "Jadi dengan efisiensi di dalam, kemudian mendapatkan revenue dari kinerja operasi, kami harap bisa mencapai target yang sudah ditetapkan," katanya.

Pertamina juga sedang mengevaluasi capaian sejumlah target investasi yang akan dikerjakan. "Nah, proyek-proyek investasi tersebut masih sesuai target. Jadi, sejauh ini dengan kondisi kekuatan kas yang mencapai US$ 5 milyar lebih, kemudian kami juga memiliki fasilitas pinjaman jangka pendek di atas US$ 7 miliar, maka kondisi untuk investasi masih sangat baik," tandasnya.

Investasi diperlukan untuk dua hingga tiga tahun ke depan, di antaranya untuk peningkatan volume produksi dan kompleksitas kilang. "Itu semua sudah kami perhitungkan dan kami berharap bisa direalisasikan sesuai target-target yang sudah dirancang," ujarnya.

Pada semester I tahun 2015, Pertamina membukukan kinerja positif. Selain pertumbuhan kinerja operasi, laba bersih perusahaan telah mencapai US$470 juta. Kondisi ini kian membuat perusahaan optimis mencapai target laba bersih yang sudah ditetapkan untuk tahun ini.

"Sangat optimis, karena target laba bersih Pertamina sekitar US$ 1,7 milyar. Pada semester I sudah mendapatkan profit US$ 570 juta. Itu juga ada bagian dari efisiensi yang dilakukan Pertamina, yakni mencapai US$ 249 juta," katanya.

Jadi, lanjut Wianda, selama Petamina bisa mencapai target efisiensi sejumah US$ 500 juta dan target revenue, Pertamina optimis mencapai target laba barsih yang sudah ditentukan. "Jadi, kami tetap optimis, bahwa target akhir tahun laba bersih US$ 1,7 miliar bisa tercapai," tandasnya. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya