Guna menekan biaya pemeliharaan jalan yang rusak akibat truk-truk besar yang lewat di jalur distribusi Pantura, Kementerian Perhubungan tengah mempersiapkan dan mengkaji kesiapan transportasi multimoda dalam penyelenggaraan short sea shipping yang nantinya diprediksi dapat menghemat biaya hingga 30%.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R Mamahit kepada media, seusai upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI, di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Senin (17/8).
Selain mengurangi beban jalan dan biaya pemeliharaan, Bobby mengaku, kebijakan ini juga dapat meningkatkan efisiensi pengiriman barang atau logistik dengan memperhitungkan waktu dan tenaga yang dihabiskan jika melalui jalur darat.
Menurut penjelasannya, dengan harga yang sama dengan pengiriman jalur darat, pengiriman barang lewat laut akan lebih cepat sampai, karena memotong jalur, ditambah lagi dengan adanya efisiensi dari bahan bakar, perhitungan perbaikan komponen moda pengangkut, supir, dan sebagainya.
"Seperti yang kami deteksi, pengiriman barang itu banyak yang datang dari Sumatra dikirim langsung ke Nusa Tenggara lewat jalur darat, itu kan cukup jauh, kita bisa perpendek itu, buat jadi efisien dengan pengiriman laut."
Lebih lanjut, Bobby mengatakan, prinsip utama kebijakan itu adalah untuk mengurangi beban jalur jalan terutama di Pantai Utara Jawa (Pantura). "Kita melihat terkait potensi pengguna truk yang bisa beralih ke kapal laut. Rutenya dari Lampung ke Surabaya, nanti akan ada pengembangan rute jika diperlukan."
Bobby mengaku, memang tidak mudah untuk menerapkan kebijakan ini nantinya, karena ini menyangkut kebiasaan. Masih banyak masyarakat yang terbiasa melakukan pengiriman melalui jalur darat, sehingga dengan kebijakan ini, berarti akan mengubah kebiasaan seseorang.
Meski begitu, dia merasa hambatan tersebut tidak akan berlangsung lama, perkiraannya hanya satu hingga dua tahun. "Karena masyarakat kan mau tidak mau harus menyesuaikan. Begitu pula dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang, mereka juga harus buat penyesuaian," terangnya.
Sekedar informasi, biaya perbaikan jalan akibat beban truk yang harus ditanggung pemerintah semakin besar, di mana pemerintah harus mengeluarkan anggaran pemeliharaan jalur Pantura berkisar Rp1,1 triliun - Rp1,6 triliun setiap tahunnya.
"Memang nantinya ini bentuknya murni komersial, tidak ada subsidi pemerintah, namun tetap ada penghematan biaya, di mana yang tadinya untuk perbaikan jalan, bisa dialokasikan untuk biaya yang lainnya," ujar Bobby. (Q-1)