Pemerintah Janjikan Harga Daging Sapi Kisaran Rp90 Ribu

Anshar Dwi Wibowo
17/8/2015 00:00
Pemerintah Janjikan Harga Daging Sapi Kisaran Rp90 Ribu
(ANTARA/Rahmad)
Pemerintah mengusahakan harga daging sapi terjaga dikisaran Rp90 ribu per kilogram. Oleh karenanya, ke depan pemerintah akan melibatkan Badan Urusan Logistik untuk mengimpor sapi hidup dalam rangka stabilisasi harga.

"Kita harap harga berkisar Rp80 ribu-Rp90 ribu. Kedepannya insha Allah stabil karena Bulog hadir mewakili pemerintah sebagai stabilitator," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di usai menghadiri peringatan hari kemerdekaan Indonesia di kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (17/8).

Amran mengatakan, untuk jangka waktu dekat, penurunan harga daging sapi dilakukan dengan komitmen 35 pengusaha penggemukan sapi (feedlotter) yang akan menggelontorkan stok sapi siap potong. Sebelumnya, sejumlah pengusaha feedlotter melakukan aksi mogok.

Ia menambahkan, pengusaha juga sepakat harga daging di tingkat feedlotter Rp38 ribu/kg setelah sejak Ramadhan harga daging bertengger di kisaran Rp44 ribu-Rp45 ribu. Menurut Amran, sebelum Ramadhan harga daging di tingkat feedlotter malahan sekitar Rp37 ribu/kg.

"Mereka mengakui mungkin kami keliru. Itu (kata) salah satu direkturnya. Kami katakan, di Ramadhan harganya Rp37 ribu, tiba-tiba sesudah Ramadhan harganya naik Rp44 ribu-Rp45 ribu. Apa biaya pakannya naik atau apa? Stok juga cukup. Akhirnya sepakat semua Rp38 ribu/kg," tuturnya.

Lebih lanjut, Amran memastikan stok sapi aman untuk 3-4 bulan ke depan. Menurutnya, sebanyak 41 feedlotter memiliki stok sapi sekitar 198 ribu ekor.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, pemerintah akan berusaha memperbaiki data pangan. Dengan begitu kebijakan yang disusun pemerintah bisa lebih akurat. Sebelumnya, mantan Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, program stabilisasi harga daging sapi salah satunya memperbaiki data ketersediaan sapi.

"Ada beberapa persoalan akurasi data dan sebagainya yang diperjelas sehingga kita bisa dapat membuat kesimpulan yang lebih akurat," tuturnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya