Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu terlalu khawatir atas dampak El nino yang sedang berlangsung. Ia menjamin produksi dan pasokan beras di Indonesia masih aman.
Amran menjelaskan sebenarnya El nino hanya terjadi di Indonesia bagian selatan. Sedangkan wilayah lain di negara ini tetap melangsungkan panen raya.
"Kekeringan ini adalah total lahan 14 juta ha. Yang sudah panen 76%, mungkin sampai hari ini kurang lebih 80%. Artinya ini tidak kekeringan lagi karena sudah di gudang," Jelasnya, Jumat (14/8).
Adapun untuk sisa daerah yang mengalami kekeringan, Kementan telah berupaya untuk menanggulangi agar dampaknya tidak terlalu signifikan. Amran mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan antisipasi sejak Januari.
Adapun hal-hal yang telah dipersiapkan hingga saat ini seperti irigasi tersier sekitar 1,3 juta ha. Untuk pengairan di daerah-daerah kekeringan, telah dibagikan sekitar 21 ribu unit pompa air di Seluruh Indonesia. Pembangunan sumur dangkal hingga saat ini telah mencapai 1000 buah.
"Nah, ini tergantung kondisi setempat. Seperti pompa kami bagi di daerah sekitar Bengawan Solo. Itu menyelamatkan padi sekitar 10 ribu ha, Alhamdulillah. Yang puso hanya 24 ha, itu laporan bupatinya," ungkap Amran.
Selain itu, di Wilayah Indramayu di sekitar Sungai Cimanu, telah dibagikan dua pompa besar. Kata Amran, ada sekitar 11 ribu ha sawah yang telah terselamatkan di sana.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan pemerintah adalah sebuah solusi permanen untuk menghadapi kekeringan dalam jangka panjang.
"Ke depan, embung kita akan bangun. Kemudian sumur dangkal, untuk jangka panjang," kata Amran.
Amran juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan lebih fokus untuk menangani el nino selama September hingga Oktober mendatang. "Akhir Oktober, sesuai BMG itu ada hujan," tukasnya. (Q-1)