Industri Karoseri masih Lesu

Heri S
13/8/2015 00:00
Industri Karoseri masih Lesu
(MI/Safir Makki)
Pasar industri karoseri di Indonesia besar, namun tahun ini lesu karena berkurangnya permintaan terhadap pembelian bus dan truk.

Pada semester awal tahun 2015 ini, industri karoseri merosot hingga 12 persen akibat penurunan permintaan truk dan bus. Namun pada semester kedua tahun ini industri karoseri akan bisa menggeliat lagi karena banyak adanya pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia timur seperti di Sulawesi dan Kalimantan. Pembangunan infrastruktur ini butuh alat transportasi yang bisa mendongkrak karoseri di Indonesia.

"Kalau ekonomi maju maka karoseri juga akan maju," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Karoseri Indonesia Subagyo saat di sela-sela Indonesia International Autoparts, Accessories and Equip Exhibition di Jatim Expo Surabaya, hari ini.

Menggeliatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia timur ini merupakan potensi bagi industri karoseri di Jawa Timur pada khususnya. Di Jatim sedikitnya ada seratus industri karoseri yang tersebar di beberapa wilayah. Maka adanya pameran ini diharapkan bisa dijadikan tempat informasi industri karoseri di Jawa Timur. Sebab industri karoseri juga harus memperbaiki teknologinya agar bisa bersaing termasuk dengan pasar internasional.

Sementara itu Project Director PT Global Expo Indonesia Baki Lee mengatakan pameran yang digelar di Surabaya didesain untuk menggabungkan empat pameran pendukung utama bisnis otomotif. Baki Lee mengakui industri karoseri saat ini masih lesu, maka dia hanya berani menargetkan menyerap transaksi Rp30 miliar. Target yang dipatok untuk pameran pada 12-14 Agustus 2015 ini diakukinya lebih sedikit dari pencapaian tahun
lalu.

"Tahun ini kami targetkan Rp30 miliar saja, beda dengan tahun lalu yang kami pasang di angka Rp40 miliar," kata Baki Lee.

Target tahun ini dipasang lebih rendah karena menurunnya geliat bisnis otomotif yang tidak lain disebabkan oleh perlambatan ekonomi. Baki Lee optimistis pihaknya bisa mencapai target transaksi Rp30 miliar. Pasalnya, pameran ini bersifat business to business  di mana pengunjung yang disasar adalah perusahaan-perusahaan otomotif, bukan perorangan.

Biasanya untuk pameran seperti ini, satu perusahaan akan membeli dalam partai besar atau borongan. Pameran di Surabaya ini juga memromosikan empat industri sekaligus dalam satu gelaran pameran. Antara lain pameran komponen pendukung otomotif atau Eastern Indonesia International Auto Parts, Accessories & Equip Exhibition 2015 (INAPA) dan pameran karoseri atau Eastern Indonesia International Bus, Truck & Component Exhibition 2015 (IIBT). Selain itu pameran lampu LED atau The Eastern Indonesia International Lightning Exhibition 2015 (INALIGHT) dan pameran solar panel atau The Eastern Indonesia International Solar Power & PV Technology Exhibition 2015 (SOLARTECH). (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya