Sudah Swasembada Sapi, Jateng Diingatkan tidak Terima Sapi Impor
Widjajadi
12/8/2015 00:00
(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Gubernur Ganjar Pranowo harus berani tegas menolak sapi impor masuk ke Jawa Tengah di tengah melangitnya harga daging sapi di pasar yang terjadi sejak sebelum bulan Ramadan. Sebab, menurut Asosiasi Peternak Sapi Indonesia ( Aspin ) Boyolali, Jawa Tengah sebagai wilayah sentra ternak sapi sangat kecukupan dan bahkan sudah mencapai swasembada sapi.
"Yang kosong itu Jakarta dan Jawa Barat. Untuk Jawa Tengah posisi sangat aman, bahkan sudah swasembada pangan. Dengan populasi sapi potong di provinsi ini sebanyak 1,6 juta ekor, kebutuhan sangat tercukupi dan bisa melempar ke Jakarta, Jabar, dan kota-kota lain," ujar Ketua Aspin Boyolali Suparno kepada Media Indonesia, Rabu ( 12/8).
Dia memaparkan situasi pasokan sapi atau daging beku ke Jakarta dan Jabar yang seret belakangan ini, yang kemudian memantik aksi mogok menjual daging sapi, karena sejauh ini belum tercapai kesepakatan harga ideal dengan para peternak sapi dari wilayah sentra sapi Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun NTT.
Ketiga provinsi itu selaku pemasok utama sapi dan daging sapi lokal di wilayah Tanah Air, terutama Jakarta dan Jabar, melihat adanya upaya permainan, yang mengarahkan pemerintah untuk membuka kebijakan impor sapi maupun daging beku.
"Ini yang mempengaruhi harga sapi lokal menjadi anjlok, padahal harga daging di pasar demikian mahal," ujar dia.
Pada saat sama, anggota Aspin untuk upaya penggemukan sapi potong harus membeli sapi bakalan dengan harga mahal, dan membutuhkan biaya besar untuk ongkos perawatan menuju berat ideal selama 3 bulan hingga empat bulan. Seekor sapi bakalan untuk menuju ideal butuh biaya Rp25 ribu per hari. Padahal harga sapi bakalan dengan berat 300 kg sekarang ini harga sekitar Rp16 juta.
Suparno menambahkan jika pemerintah tidak hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan impor sapi maupun daging beku, sehingga kuotanya berlebih, diyakini akan membuat para peternak sapi lokal gulung tikar. Para peternak sapi tidak akan lagi bersedia melakukan budidaya penggemukan sapi.
"Boleh saja impor, karena memang kebutuhan secara nasional kurang. Tetapi juga harus dilihat secara jelas kebutuhan, per triwulan berapa kurangnya. Tanpa itu maka impor akan membanjir, yang gilirannya akan membuat peternak sapi lokal bangkrut, dan ke depan tidak mau lagi melakukan budidaya sapi potong," tegasnya.
Khusus untuk Jawa Tengah, sekali lagi Aspin Boyolali berharap agar Gubernur Ganjar menutup peluang aliran impor masuk ke wilayahnya. " Kalau sampai ada celah dan satu ekor sapi impor masuk ke Jawa Tengah, alamat neraka bagi peternak sapi lokasl," tandas Suparno, tokoh sapi potong Nogosari mencoba meyakinkan Ganjar Pranowo. (Q-1) (Q-1)